<a href="http://www.clock4blog.eu">clock for blog</a><a href="http://www.clock4blog.eu">calendar widget for blog</a>

ShoutMix chat widget

Rabu, 25 April 2012

MAKALAH





KATA PENGANTAR 




Puji dan syukur saya hatukan kehadirat Allah SWT atas rahmat, nikmat dankaruiaNYA, karena dengan rahmat dan hidayahNYA saya dapat menyelesaikanmakalah pengelasan dari mata kuliah Teknik Pengelasan oleh Bapak Dodi YulantoS.T., M.T guna memperoleh salah satu prasyaratan pemberian nilai oleh mata kuliah bersangkutan.Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini adalah berkat bantuan, bimbingan dan dukungan dari semua pihak baik moril maupun materil. Padakesempatan ini dengan segala kerendahan hati, penulis menghaturkan rasa terimakasih kepada yang pihak-pihak yang telah membantu.Semoga amal kebajikan yang telah diberikan kepada penulis mendapat pahaladan mendapat amal yang di ridhoi oleh Allah SWT.Penulis menyadari bahwa karya sederhana ini masih jauh dari kesempurnaan,untuk itu segala saran dan kritik untuk perbaikan makalah ini akan penulis terimadengan senang hati dan yang terakhir. Semoga karya sederhana ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amien.














































Padang, 25 april 2012




penulis


DAFTAR ISI


Kata Pengantar...............................................................................................................1


BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang.........................................................................................................3
1.2Tujuan Penyusunan..................................................................................................3
1.3Teknik Penyusunan..................................................................................................4


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PengertianPengelasan……………………………………………………………..5
2.2 Cara Pengelasan dan Pemotongan…………………………………………………5
2.3 Proses Pengelasan…………………………………………………………………6
2.4Proses-proses Pengelasan………………………………………………………..10


BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………17
3.2 Saran……………………………………………………………………………..17




















































BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Teknik pengelasan secara sedeerhana telah diketemukan dalam rentang waktuantara 4000 sampai 3000 SM. Setelah energi listik diergunakan dengan mudah,teknologi pengelasan maju dengan pesatnya sehingga manjadi suatu teknik yangmutahir. Hingga saat ini telah dipergunakan lebih dari 40 jenis pengelasan.Pada tahap-tahap permulaan dari pengembangan teknologi las biasanya pengelasan hanya digunakan pada sambungan-sambungan dari reparasi yang kurang penting. Tapi setelah melalui pengalaman dan praktek yang banyak dan waktu yanglama maka sekarang penggunaan proses-proses pengelasan dan penggunaankonstruksi-konstruksi las merupakan hal yang umum disemua negara di dunia.Terwujudnya standar-standar teknik pengelasan akan membatu memperluasruang lingkup pemakaian sambungan las dan memperbesar ukuran bangunankonstruksi yang dapat di las. Dengan kemajuan yang dapat dicapai sampai saat ini,teknologi las memegang peranan penting dalam masyarakat industri modren.Prosedur pengelasan kelihatannya sangat sederhana, tetapi sebenarnyadidalamnya banyak masalah-masalah yang harus diatasi dimana pemecahannyamemerlukan bermacam-macam pengetahuan. Karena itu didalam pengelasan, pengetahuan harus turut serta mendampingi praktek. Secara lebih terperinci dapatdikatakan bahwa perancangan konstruksi bangunan dan mesin dengan sambungan las,harus direncanakan pula tentang cara-cara pengelasan, cara pemeriksaan, bahan las,dan jenis yang akan digunakan, berdasarkan fungsi dan bagian-bagian bangunan ataumesin yang dirancang.
1.2 Tujuan Penyusunan


Berdasarkan pada rumusan masalah diatas, tujuan yang ingin dicapai dalam penyusunan ini adalah :
1.Untuk mengetahui pengertian pengelasan.
2.Untuk mengetahui cara pengelasan dan pemotongan.
3.Untuk mengetahui peralatan yang digunakan dalam proses pengelasan.




1.3 Teknik Penyusunan
Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan karya ilmiah ini dengan menggunakan studi webset.






















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pengelasan


Definisi pengelasan menurut DIN ( Deutsche Industrie Normen) adalah ikatanmetalurgi pada sambungan logam atau logam paduan yang dilaksanakan dalamkeadaan lumer atau cair. Dengan kata lain, las adalah sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. Dalam proses penyambungan ini adakalanya disertai dengan tekanan dan material tambahan (filler material ).


2.2 Cara Pengelasan dan Pemotongan
Sampai pada waktu ini banyak sekali cara-cara pengklasifikasian yangdigunakan dalam bidang las, ini disebabkan karena perlu adanya kesepakatan dalamhal-hal tersebut. Secara konvensional cara-cara pengklasifikasi tersebut pada waktuini dapat dibagi dua golongan, yaitu klasifikasi berdasarkan energi yang digunakan(sumber panas) dan klasifikasi berdasarkan cara kerja.Ditinjau berdasarkan sumber panasnya klasifikasi pengelasan dapat dibedakan tiga:
1.Mekanik 
2.Listrik 
3.Kimia


Berdasarkan cara kerjanya klasifikasi pengelasan dapat dibagi dalam tiga kelas utama yaitu : pengelasan cair, pengelasan tekan dan pematrian.
1.Pengelasan cair adalah cara pengelasan dimana sambungan dipanaskan sampaimencair dengan sumber panas dari busur listrik atau sumber api gas yangterbakar.
2.Pengelasan tekan adalah pcara pengelasan dimana sambungan dipanaskan dankemudian ditekan hingga menjadi satu.3. Pematrian adalah cara pengelasan diman sambungan diikat dan disatukan denganmenggunakan paduan logam yang mempunyai titik cair rendah.
Dalam hal ini logam induk tidak turut mencair.
2.3 Proses Pengelasan
Las gastungsten(Las TIG) adalah proses pengelasan dimana busur nyalalistirk ditimbulakan oleh elektroda tungsten (elektroda tak terumpan) dengan bendakerja logam. Daerah pengelasan dilindungi oleh gas lindung (gas tidak aktif) agar tidak berkontaminasi dengan udara luar. Kawat las dapat ditambahkan atau tidak tergantung dari bentuk sambungan dan ketebalan benda kerja yang akan dilas.Perangkat yang dipakai dalam pengelasan las gas
tungsten
adalah: 




  1. Mesin
Mesin las AC/DC merupakan mesin las pembangkit arus AC/DC yangdigunakan di dalam pengelasan las gas tungsten. Pemilihan arus AC atauDC biasanya tergantung pada jenis logam yang akan dilas.






2. Tabung gas lindung
Adalah tabung tempat penyimpanan gas lindung seperti argon dan heliumyang digunakan di dalam mengelas gas
Tungsten.


.
 

3. Regulator gas lindung
Adalah pengatur tekanan gas yang akan digunalan di dalam pengelasan gantungsten. Pada regulator ini biasanya ditunjukkan tekanan kerja dan tekanan gas didalam tabung.


4. Flowmeter untuk gas
Dipakai untuk menunjukkan besarnya aliran gas lindung yang di pakai didalam pengelasan gasTungsten


 

5. Selang gas dan perlengkapan pengikatnya
Berfungsi sebagai pengubung gas dari tabung menuju pembakar las.Sedangkan perangkat pengikat berfungsi mengikat selang dari tabung menuju mesinlas dan dari mesin las menuju pembakar las.


 
6. Kabel elektroda dan selang
Berfungsi menghantarkan arus dari mesin las menuju stang las, begitu jugaaliran gas dari mesin las menuju stang. Kabel masa berfungsi untuk menghantarkanarus ke benda kerja.
7. Stang las (welding torch)
Berfungsi untuk menyatukan system untuk menyatukan system las yang berupa penyalaan busur dan perlindungan gas lindung selama dilakukan pengelasan.
8. Elektroda tungsten
Berfungsi sebagai pembangkit busur nyala selama dilakukan pengelasan.Elektroda ini tidak berfugsi sebagai bahan tambah.


9. Kawat las
Berfungsi sebagai bahan tambah. Tambahan kawat jika bahan dasar yangdipanasi dengan busur tungsten sudah mendekati cair.


10. Assesories
 Pilihan dapat berupa system pendinginan air untuk pekerjaan pengelasan berat, rheostat kaki, dan pengatur waktu busur.


Las Tungsten
Gas Tungsten Arc Welding 
(GTAW) atau sering juga disebut
Tungsten Inert Gas
(TIG) merupakan salah satu dari bentuk las busur listrik (
 Arc Welding 
) yangmenggunakan inert gas sebagai pelindung dengan
tungsten
atau
wolfram
sebagaielectrode. Skema dari GTAW dapat dilihat dalam gambar dibawah. Penjelasan inidikerjakan secara manual maupun otomatis.


Gambar. Skema pengelasan (TIG (tungsten iner gas)Electrode pada GTAW termasuk elektode tidak terumpan
(non consumable)
 berfungsi sebagai tempat tumpuan terjadinya busur listrik. GTAW mampumenghasilkam las yang berkualitas tinggi pada hampir semua jenis logam mampu las.Biasanya ini digunakan pada
 stainless steel 
dan logam ringan lainnya sepertialuminium, magnesium dan lain-lain. Hasil pengelasan pada teknik ini cukup baik tapi membutuhkan kemampuan yang tinggi.Pada pengelasan TIG ini tenaga yang dibutuhkan adalah tenaga listrik baik ACmaupun DC. Tenaga listrik hanya digunakan sebagai pemanas dan hanya untuk membuat busur nyala pada elektoda, bagian-bagian pendukung lainya masih disuplaidari alat lain. Peralatan yang sering digunakan sebagai pendukung dari las TIG iniadalah tabung gas Argon maupun gas lain dapat melindungi proses pengelasan dari pengaruh udara luar


2.4 Proses-proses Pengelasana. Las listrik dengan elektroda berselaput (SMAW)


Las listrik ini menggunakan elektroda berelaput sebagai bahan tambahan.Busur listrik yang terjadi di antara ujung elektroda dan bahan dasar akan mencairkanujung elektroda dan sebagaian bahan dasar. Selaput elektroda yang turut terbakar akanmencair dan menghasilkan gas yang melindungi ujung elekroda kawah las, busur listrik terhadap pengaruh udara luar. Cairan selaput elektroda yang membeku akanmenutupi permukaan las yang juga berfungsi sebagai pelindung terhadap pengaruhluar.Perbedaan suhu busur listrik tergantung pada tempat titik pengukuran, misal pada ujung elektroda bersuhu 3400° C, tetapi pada benda kerja dapat mencapai suhu4000° C.KeuntunganSMAW adalah proses las busur paling sederhana dan paling serba guna. Karenasederhana dan mudah dalam mengangkut peralatan dan perlengkapannya, membuat proses SMAW ini mempunyai aplikasi luas mulai dari refinery piping hingga pipelines, dan bahkan untuk pengelasan di bawah laut guna memperbaiki struktur anjungan lepas pantai. SMAW bisa dilakukan pada berbagai posisi atau lokasi yang bisa dijangkau dengan sebatang elektroda. Sambungan-sambungan pada daerahdimana pandangan mata terbatas masih bisa di las dengan cara membengkokkanelektroda. Proses SMAW digunakan untuk mengelas berbagai macam logam ferrousdan non ferrous, termasuk baja carbon dan baja paduan rendah, stainless steel, paduan-paduan nikel, cast iron, dan beberapa paduan tembaga.KelemahanMeskipun SMAW adalah proses pengelasan dengan daya guna tinggi, proses inimempunyai beberapa karakteristik dimana laju pengisiannya lebih rendahdibandingkan proses pengelasan semi-otomatis atau otomatis. Panjang elektroda tetapdan pengelasan mesti dihentikan setelah sebatang elektroda terbakar habis. Puntungelektroda yang tersisa terbuang, dan waktu juga terbuang untuk mengganti–gantielektroda. Slag atau terak yang terbentuk harus dihilangkan dari lapisan las sebelumlapisan berikutnya didepositkan. Langkah-langkah ini mengurangi efisiensi pengelasan hingga sekitar 50 %.
Asap dan gas yang terbentuk merupakan masalah, sehingga diperlukan ventilasimemadai pada pengelasan di dalam ruang tertutup. Pandangan mata pada kawah lasagak terhalang oleh slag pelindung dan asap yang menutupi endapan logam.Dibutuhkan juru las yang sangat terampil untuk dapat menghasilkan pengelasan berkualitas radiography apabila mengelas pipa atau plat hanya dari arah satu sisi.


b. Las Listrik TIG
Pengelasan ini pertama kali ditemukan di USA (1940), berawal dari pengelasan paduan untuk bodi pesawat terbang. Prinsip : Panas dari busur terjadidiantara elektrode tungsten dan logam induk akan meleburkan logam pengisi kelogam induk di mana busurnya dilindungi oleh gas mulia (Ar atau He).Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas= Tungsten Gas Mulia) menggunakanelektroda wolfram yang bukan merupakan bahan tambah. Busur listrik yang terjadiantara ujung elektroda wolfram dan bahan dasar merupakan sumber panas, untuk  pengelasan. Titik cair elektroda wolfram sedemikian tingginya sampai 3410° C,sehingga tidak ikut mencair pada saat terjadi busur listrik. Tangkai listrik dilengkapidengan nosel keramik untuk penyembur gas pelindung yang melindungi daerah lasdari luar pada saat pengelasan.Sebagian bahan tambah dipakai elektroda tampa selaput yang digerakkan dandidekatkan ke busur yang terjadi antara elektroda wolfram dengan bahan dasar.Sebagai gas pelindung dipakai gas inert seperti argon, helium atau campuran darikedua gas tersebut yang pemakainnya tergantung dari jenis logam yang akan dilas.Tangkai las TIG biasanya didinginkan dengn air yang bersirkulasi.Pembakar las TIG terdiri dari :


1) Penyedia arus,
2) Pengembali air pendingi,
3) Penyedia air pendingin,
4) Penyedia gas argon,
5) Lubang gas argon ke luar,
6) Pencekam elektroda,
7) Moncong keramik atau logam
,8) Elektroda tungsten,
9) Semburan gas pelindung.

 
Keuntungan : Digunakan untuk Alloy Steel, Stainless Steel maupun     paduan NonFerrous: Ni, Cu, Al ( Air Craft ). Disamping itu mutu las bermutu tinggi, hasil las padat, bebas dari porositas dan dapat untuk mengelas berbagai posisi dan ketebalan.Proses GTAW menghasilkan pengelasan bermutu tinggi pada bahan-bahan ferrousdan non ferrous. Dengan teknik pengelasan yang tepat, semua pengotor yang berasaldari atmosfir dapat dihilangkan. Keuntungan utama dari proses ini yaitu, bisadigunakan untuk membuat root pass bermutu tinggi dari arah satu sisi pada berbagai jenis bahan. Oleh karena itu GTAW digunakan secara luas pada pengelasan pipa,dengan batasan arus mulai dari 5 hingga 300 amp, menghasilkan kemampuan lebih besar untuk mengatasi masalah pada posisi sambungan yang berubah-ubah seperticelah akar. Sebagai contoh, pada pipa tipis (dibawah 0,20 inci) dan logam-logamlembaran, arus bisa diatur cukup rendah sehingga pengendalian penetrasi dan pencegahan terjadinya terbakar tembus
(burnt through)
lebih mudah dari pada pengerjaan dengan proses menggunakan elektroda terbungkus. Kecepatan gerak yanglebih rendah dibandingkan dengan SMAW akan memudahkan pengamatan sehinggalebih mudah dalam mengendalikan logam las selama pengisian dan penyatuan.Kelemahan.Kelemahan utama proses las GTAW yaitu laju pengisian lebih rendah dibandingkandengan proses las lain umpamanya SMAW. Disamping itu, GTAW butuh kontrolkelurusan sambungan yang lebih ketat, untuk menghasilkan pengelasan bermututinggi pada pengelasan dari arah satu sisi. GTAW juga butuh kebersihan sambunganyang lebih baik untuk menghilangkan minyak, grease, karat, dan kotoran-kotoran lainagar terhindar dari porosity dan cacat-cacat las lain. GTAW harus dilindungi secara berhati-hati dari kecepatan udara di atas 5 mph untuk mempertahankan perlindunganinert gas di atas kawah las.


c. Las Listrik Submerged (SAW)
Las listrik submerged yang umumnya otomatis atau semi otomatismenggunakan fluksi serbuk untuk pelindung dari pengaruh udara luar. Busur listrik diantara ujung elektroda dan bahan dasar di dalam timbunan fluksi sehingga tidak terjadi sinar las keluar seperti biasanya pada las listrik lainya. Operator las tidak perlumenggunakan kaca pelindung mata (helm las).
Pada waktu pengelasan, fluksi serbuk akan mencair dan membeku danmenutup lapian las. Sebagian fluksi serbuk yang tidak mencair dapat dipakai lagisetelah dibersihkan dari terak-terak las. Elektora yang merupakan kawat tampaselaput berbentuk gulungan (roll ) digerakan maju oleh pasangan roda gigi yangdiputar oleh motor listrik.Mesin las ini dapat menggunakan sumber listrik AC yang lamban dan DCdengan tegangan tetap bila menggunakan listrik AC. Perlu adanya pengaturankecepatan pengumpanan kawat las yang dapat diubah-ubah untuk mendapatkan panjang busur yang diperlukan. Bila menggunakan sumber listrik DC dengantegangan tetap, kecepatan pengumpanan dapat dibuat tetap dan biasanyamenggunakan polaritas balik (DCRP). Mesin las dengan listrik DC kadang-kadangdigunakan untuk mengelas pelat tipis dengan kecepatan tinggi atau untuk pengelasandengan elekroda lebih dari satu.Keuntungan Las Busur Rendam:Kualitas Las baik, Penetrasi cukup, Bahan las hemat, Tidak perlu operator terampil,Dapat memakai arus yang tinggi.Kerugian Las Busur Rendam:Sulit menentukan hasil seluruh pengelasan, Posisi pengelasan hanya horizontal, danPenggunaan sangat terbatas.KeuntunganProses las SAW ini dapat digunakan untuk mengelas carbon steel, low alloy steel,stainless steel dan beberapa paduan nikel tinggi. Proses ini digunakan secara luasuntuk membuat lapisan anti karat dengan menggunakan elektroda berbentuk lembaran(tebal 0,5 mm dan lebar 60 mm). Proses las ini dapat dikerjakan dengan arus lebihtinggi serta elektroda berganda, sehingga diperoleh laju pengisian dua hingga sepuluhkali lebih cepat dari pada SMAW. Karakteristik penetrasi yang dalam dari prosesSAW ini menyebabkan kampuh las bisa dibuat lebih sempit, sehingga dapatmengurangi jumlah lapisan yang diperlukan dan juga menghemat waktu pengelasan.Lapisan slag yang menyelimuti logam las memberikan perlindungan yang handalterhadap logam las cair, Sehingga menghasilkan deposit las bermutu tinggi.Sebagai sebuah proses las busur terbuka, SAW tidak menimbulkan radiasi tinggidimana hal ini memberikan kenyamanan kepada juru las. SAW adalah proses las
rendah hydrogen, tetapi kandungan hydrogennya tergantung dari tingkat kekeringandan jenis flux yang dipakai. Kekerasan di daerah HAZ cenderung lebih rendah karena panas masukan yang lebih tinggi menyebabkan laju pendinginan menjadi lebihlambat. Pada umumnya tampilan bead yang halus dari pengelasan SAW membuatinspeksi visual menjadi lebih mudah terhadap cacat-cacat las karena kesalahanoperator atau kesalahan fungsi peralatan.KelemahanDi dalam prakteknya, proses las SAW membutuhkan penanganan dan waktu pemasangan lebih banyak untuk meletakkan benda kerja sedemian rupa sehingga pengelasan dapat dilakukan dengan posisi datar. Terbatasnya pandangan mataterhadap busur dan kawah las selama pengelasan membuat proses ini menjadi lebihsulit dalam mempertahankan posisi las di atas sambungan, meskipun pada umumnyahal ini tidak menjadi masalah. Waktu pemasangan untuk pengelasan lebih lamadibandingkan dengan GMAW dan SMAW, sehingga proses ini tidak ekonomis pada pekerjaan-pekerjaan kecil. Apabila menggunakan panas masukan lebih besar, bisaterbentuk butiran-butiran kasar di daerah HAZ. Keadaan ini menyebabkan hilangnyasifat impact, yang pada beberapa aplikasi tidak diperbolehkan. Pada pengelasandengan lapisan banyak, harus dipilih kombinasi kawat/flux yang sesuai sehinggadapat mencegah pembentukan unsur Mn dan Si pada logam las, karena unsur-unsur ini akan menaikan kekerasan, menurunkan ketangguhan, dan menimbulkan masalahretak pada
 sour service.


d. Las Listrik MIG
Seperti halnya pad alas listrik TIG, pad alas listrik MIG juga panasditimbulkan oleh busur listrik antara dua electron dan bahan dasar. Elektrodamerupakan gulungan kawat yang berbentuk rol yang geraknya diatur oleh pasanganroda gigi yang digerakkan oleh motor listrik. Gerakan dapat diatur sesuai dengankeperluan. Tangkai las dilengkapi dengan nosel logam untuk menghubungkan gas pelindung yang dialirkan dari botol gas melalui slang gas.Gas yang dipakai adalah CO2 untuk pengelasan baja lunak dan baja. Argonatau campuran argon dan helium untuk pengelasan aluminium dan baja tahan karat.Proses pengelasan MIG ini dadpat secara semi otomatik atau otomatik. Semi otomatik dimaksudkan pengelasan secara manual, sedangkan otomatik adalah pengelasan yang
seluruhnya dilaksanakan secara otomatik. Elektroda keluar melalui tangkai bersama-sama dengan gas pelindung.KeuntunganProses pengelasan GMAW dapat dikerjakan secara semi-otomatis atau otomatis. Asapdan percikan las pada GMAW hubungan singkat lebih sedikit dibandingkan denganSMAW, juga tidak ada slag yang harus dibersihkan setelah pengelasan selesai.Kecepatan pengelasan dan laju pengisian sama atau bisa lebih besar dari padaSMAW. Larutan logam las umumnya lebih rendah karena penetrasi GMAW lebihdangkal. Dengan panas masukan rendah dan penetrasi yang dangkal, logam-logamtipis lebih mudah disambung dan sambungan yang memiliki celah root lebih lebar akan lebih mudah dilas. Pada fabrikasi pipa-pipa di bengkel, root pass bermutu tinggidapat dikerjakan lebih cepat pada berbagai posisi dan pada umumnya dengan biayalebih rendah.GMAW

 
 spray transfer dan globular transfer mempunyai kawah las yang lebih mudahdilihat, sama halnya dengan las busur teknik hubungan singkat (hort circuiting arc) tetapi tanpa slang. Karena tidak ada flux dan relatif sedikit jumlahdeoxidizer yangdiberikan pada kawat, lebih sedikit pekerjaan membersihkan yang diperlukan setelah pengelasan selesai. Keseragaman panjang busur dipertahankan dengan cara membuatsumber listrik memiliki tegangan konstan. Proses las GMAW mempunyai laju pengisian lebih besar pada pengelasan paduan-paduan ferrous dan non-ferrous. Prosesini cocok dipergunakan pada las kampuh dan pengelasan untuk membuat lapisan antikarat pada stainless steel, nickel based alloys dan paduan-paduan tembaga sepertialuminum bronze.Kelemahan.Peralatan las GMAW lebih mahal, dan lebih rumit dalam pemasangan dan perawatan,dibandingkan dengan SMAW. Biaya kawat las dan shielding gas bisa menjadi lebihmahal dibandingkan dengan elektroda terbungkus, tetapi hal ini bisa diimbangi karena produktivitas yang tinggi dan sedikitnya pemborosan.Shielding gas pada pengelasanGMAW dapat terganggu karena pengaruh tiupan angin, sehingga harus diambiltindakan pencegahan apabila kecepatan angin lebih dari 5 mph. Pelindung angin atautirai khusus dapat dipakai untuk menahan atau mengurangi tiupan angina, sehinggakecepatannya cukup rendah untuk menjaga shielding gas secara memadai.
Memperbesar aliran gas untuk mengimbangi pengaruh tiupan angin yang berlebihan,akan menimbulkan masalah lain yang lebih buruk, karena akan timbul turbulensidisekitar busur yang akan menarik udara disekitarnya.GMAW memerlukan ruang gerak yang lebih besar terhadap benda kerja karena pengaruh ukuranwelding gundan nozzle
. Pada umumnya alat pengumpan kawatharus ditempatkan sedekat mungkin dengan benda kerja.Short-circuiting welding  dapat dipakai untuk mengelas root passdengan carabutt weld  atau sambungan bercabang tetapi harus dikontrol ketat saat melakukan fill pass,karena ada resiko non-fusion atau cold lap . Ketika melakukan fill pass
pada pengelasan pipa dengan carabutt weld , pengelasan hanya dilakukan dengan cara lasnaik yaitu antara posisi jam 10 dan jam 2, dimana pipa bisa ditahan tetap oleh kuda-kuda penyangga (posisi 5G) atau diputar (1G). Proses pengelasan ini tidak cocok dikerjakan pada fillet weld apabila tebal logam lebih dari 1/4 inch, dan pada umumnyatidak digunakan untuk fabrikasipressure vessel , tangki atau palang-palang struktur. Lack of fusionyang terletak diantara lapisan-lapisan las sukar dideteksi denganradiographydan karena pengaruh kontrol yang buruk dari proses hubungan singkatini, masalah LOF menjadi cukup berat, sehingga membuat beberapa fabrikator meninggalkan proses pengelasan ini. Dibandingkan dengan proses las SMAW, pengelasan short-circuiting butuh kebersihan, dan kelurusan sambungan serta penggerindaan tack weld 
yang lebih baik guna mendapatkan hasil pengelasan root pass bermutu tinggi.LOF tidak akan menjadi masalah jika panas masukan dibuat lebih tinggi pada GMAWspray transfer atau globular transfer. Pada GMAW spray transfer, terdapat radiasi busur yang banyak. Hal ini tidak menyenangkan bagi juru las dan membuat proses inilebih cocok untuk las otomatis pada beberapa aplikasi. Pengelasan GMAWspraytransfer 
terbatas pada pengelasan posisi datar dan horizontal saja karena kawah las lebih besar.






















































BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Pengelasan menurut DIN (Deutsche Industrie Normen) adalah ikatanmetalurgi pada sambungan logam atau logam paduan yang dilaksanakan dalamkeadaan lumer atau cair. Berdasarkan cara kerjanya klasifikasi pengelasan dapatdibagi dalam tiga kelas utama yaitu : pengelasan cair, pengelasan tekan dan pematrian. Pada pengelasan TIG ini tenaga yang dibutuhkan adalah tenaga listrik baik AC maupun DC. Tenaga listrik hanya digunakan sebagai pemanas dan hanya untuk membuat busur nyala pada elektoda, bagian-bagian pendukung lainya masih disuplaidari alat lain. Peralatan yang sering digunakan sebagai pendukung dari las TIG iniadalah tabung gas Argon maupun gas lain dapat melindungi proses pengelasan dari pengaruh udara luar. Membuat proses SMAW ini mempunyai aplikasi luas mulai darirefinery piping hingga pipelines, dan bahkan untuk pengelasan di bawah laut gunamemperbaiki struktur anjungan lepas pantai.


3.2 Saran
Makalah ini diharapkan dapat berguna bagi masyarakat luas yang inginmengetahui tentang teknik pengelasan dan bermanfaat kita semua.




















































DAFTAR PUSTAKA
http://agamweld.blogspot.com/2009/06/pendahuluan-definisi-pengelasan-menurut.htmlhttp://muhadhi.blogspot.com/2009/03/pengertian-pengelasan.html

http://teknik-pengelasan.blogspot.com/






Senin, 02 April 2012

Job sheet las


 

A. Kompetensi

Siswa mampu mengelas dengan mesin las las listrik pada berbagai posisi dan bentuk las yang merupakan dasar untuk pekerjaan struktur dan nonstruktur teknik sipil.


 

B. Standar kompetensi

Setelah melakukan kegiatan praktik diharapkan siwa memiliki keterampilan:

1. Menyeting peralatan las sampai siap untuk melakukan pengelasan sesuai dengan standar

2. Menyetel besar arus sesuai dengan ukuran elektroda dan posisi pengelasan.

3. Menghidupkan las listrik dengan cara yang benar.

4. Mengakiri pengelasan dengan benar.

5. Membuat alur las dengan posisi flat.

C. Alat dan Bahan

1. Alat

(1) kabel las, (2) pemegang elektroda, (3) palu las, (4) sikat kawat, (5) klem masa, (6) penjepit, (7) helm las, (8) sarung tangan, (9) baju las atau apron, (10) sepatu las, (11) kamar las, Mesin las AC, tang, dan (12) meja las.

2. Bahan

(1) Pelat ukuran 4mm x 60mm x 100 mm

(2) Elektrode D = 2,6 mm

D. Keselamatan Kerja

1. Pakailah pakain kerja praktik yang telah ditentukan.

2. Pakailah alat pelindung badan, tangan, wajah dan mata serta sepatu karet.

3. Hindari memegang benda kerja dengantangan telanjang.

4. Bekerjalah dengan penuh konsentrasi, jangan bersendagurau.

5. Jangan coba-coba diluar prosedur pengelasan yang benar.

6. Pada waktu nyala las, mata harus dilindungi dengan kacamata las listrik


 


 


 


 

E. Langkah Kerja

1. Siapkan bahan yang dperlukan.

2. Seting peralatan las sehingga pengelasan dapat dioperasikan.

3. Stel arus listrik sesuai dengan elektroda yang digunakan.

4. Letakan benda kerja pada meja kerja dengan posisi yang kokoh

5. Ambil sebuah elektroda dan jepitlah dengan benar pada pemegang elektroda.

6. Hidupkan mesin las dengan memutar tombol "on" pada mesin las (putar kekanan).

7. Pegang pemegang elektroda yang sudah ada elektrodanya.

8. Sentuhkan elektroda pada ujung kiri benda kerja seperti menyalakan korek api, dan jaga jarak antara elektroda dengan benda kerja sedemikian sehingga busur listrik tetap hidup dan bersuara seperti orang menggoreng krupuk.

9. Ulangi langkah 8 sehingga anda familier menghidupkan busur las listrik.

10. Gantilah benda kerja lain yang masih bersih dan mulailah dengan membuat alur rigi-rigi las listrik posisi flat (pemegang elektoda berada di atas benda kerja).

11. Mulailah dari ujung kiri benda kerja untuk membuat rigi-rigi las.

12. Gerakan elektroda las dapat lurus atau bentuk spiral.

13. pada waktu akhir pengelasan posisi elektroda didekatkan lagi dan dengan cepat ditarik ke atas sehingga nyala busur mati.

14. Hilangkan terak las dengan menggunakan palu terak.

F. Lampiran

1. Gambar Kerja


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

2. Lembar Evaluasi

JOB 01.
LATIHAN LAS LISTRIK (MEMBUAT RIGI-RIGI LAS)

No

urut 

No siswa

Nama Siswa

Skor Maksimum pada Aspek: 

Total Skor 

1 

2 

3 

4 

5 

6 

7 

8 

10 

10 

10 

10 

10 

20 

20 

10 

1 

           

           

           

           

dst 

           

Keterangan Aspek:

1. Seting peralatan 5. Alur las lurus

2. Penyetelan arus listrik 6. Alur las lebarnya tetap

3. Menghidupkan busur las 7. Alur las padat

4. Akhir las-lasan 8. Alur las halus


 

3. Suplemen Teori

(a) Las (Welding)

    Banyak sekali macamnya las. Menurut Okumura dalam terjemahan Harsono (1981), pengelasan dibedakan menjadi tiga yaitu (1) las cair, (2) las tekan, (3) pematrian. Las cair dibedakan lagi menjadi (a) las busur,(b) las gas, (c) las listrik terak, (d) las listrik gas, (e) las termit, (f) las sinar elektron, (g) las busur plasma. Sedang las tekan dibedakan menjadi (a) las resistensi listrik, (b) las tekan gas,(c) las tempa, (d) las gesek, (e) las ledakan, (f) las induksi, (g) las ultrasonik. Sementara pematrian dibedakan menjadi (a) pembrasingan dan (b) penyolderan.

    Proses las busur (2) Submerged Arc Welding (SAW) disebut juga las busur terbenam, (3) Gas Metal Arc Welding (GMAW) disebut juga las busur logam gas, (4)

ada bermacam-macam pula, menurut Salmon dalam terjemahan Prihminto W (1990) empat macam yaitu (1) Shieided Metal Arc Welding (SMAW) disebut juga las busur logam terlindung,

Flux Cored Arc Welding (FCAW) disebut juga las busur berinti flux. Dalam uraian berikut ini dijelaskan Las SMAW (Shieided Metal Arc Welding) saja karena las ini yang sering digunakan. Sedang proses pengelasan lainnya silahkan membaca sendiri pada buku struktur baja oleh Salmon dkk.

(b) Las SMAW (Shielded Metal Arc Welding)

    Las SMAW merupakan tipe las yang tertua, paling sederhana, dan mungkin yang paling luwes. Las ini sering disebut sebagai proses elektroda batang manual. Diagram las SMAW terlihat pada gambar 1. Ada dua sumber tegangan yaitu AC dan DC. Sumber tegangan DC ada dua tipe rangkaian yaitu DCRP (Direct Current Reverse Polarity) dan DCSP (Direct Current Straght Polarity). Pada tipe DCRP, elektrode dihubungkan dengan kutub positif dan benda kerja dihubungkan dengan kutub negatif. Sedang pada tipe DCSP, elektrode dihubungkan dengan kutub negatif dan benda kerjanya dengan kutub positif. Panas yang dihasilkan tipe DCSP kira-kira 50% lebih cepat daripada tipe DCRP. Hal ini mengakibatkan kedalaman penetrasi benda kerja yang mencair pada tipe DCSP

lebih dalam daripada tipe DCRP. Sedang sumber tenaga AC memberi penetrasi pencairan benda kerja berada pada rerata tipe DCSP dan DCRP.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Posisi pengelasan

  1. Datar ( down hand )
  2. Vertikal
  3. Horizontal
  4. Overhead

(c) Peralatan Las Listrik

Alat yang diperlukan antara lain adalah: (1) kabel las, (2) pemegang elektroda, (3) palu las, (4) sikat kawat, (5) klem masa, (6) penjepit, (7) helm las, (8) sarung tangan, (9) baju las atau apron, (10) sepatu las, (11) kamar las, dan (12) meja las.

1. Kabel las

Kabel las biasanya dibuat dari tembaga yang dipilin dan dibungkus dengan karet isolasi. Ada tiga kabel las yaitu kabel elektroda, kabel masa, dan kabel tenaga.

2. Pemegang Elektroda

Alat ini digunakan untuk memegang elektroda las pada ujung yang tidak terbungkus. Peganganya dibungkus dengan bahan penyekat. Pada waktu tidak digunakan mengelas pemegang ini sebaiknya digantungkan pada gantungan dari bahan fiber atau kayu.

3. Palu las

Fungsi palu ini untuk menghilangkan terak yang membungkus rigi-rigi las. Pegangan palu las dibuat dari per baja agar dapat meredam pukulan palu las dengan terak.

4. Sikat kawat

Alat ini digunakan untuk membersihkan benda kerja yang akan dilas dan membersihkan terak las yang sudah lepas dari jalur las oleh pukulan palu las.

5. Klem masa

Klem masa dihubungkan dengan kabel masa dan dijepitkan pada benda kerja secara kuat. Klem masa biasanyan dibuat dari bahan yang mudah menghantarkan listrik, seperti tembaga. Permukaan benda kerja yang akan diklem harus bersih dari segala kotoran.

6. Penjepit

Alat ini digunakan untuk memegang benda kerja yang akan dipindahkan ke tempat lain.


 


 


 

7. Helm las

Alat ini berfungsi untuk melindungi kulit muka dan mata dari radiasi sinar infra merah dan ultraviolet. Sinar las tidak boleh dilihat secara langsung pada jarak kurang dari 15 m. Kaca pada helm las terdapat berbagai ukuran. Untuk arus listrik dari 75 sampai 200 Ampere digunakan kaca no 10.

8. Sarung tangan

Sarung tangan las terbuat dari bahan kulit atau asbes lunak agar memudahkan untuk memegang pemegang elekroda. Pada waktu mengelas harus memakai sepasang sarung tangan.

9. Baju las atau Apron

Bahan baju las yang digunakan sama dengan sarung tangan. Baju las yang lengkap dapat melindungi badan dan sebagian kaki. Pada posisi pengelasan diatas kepala, baju las harus digunakan, sedang pada posisi lainnya dapat digunakan apron.

10. Sepatu las

Sepatu las digunakan untuk melindungi kaki dari percikan api las. Bila tidak ada sepatu las, sepatu biasa yang tertutup seluruhnya dapat diigunakan juga.


 

11. Kamar las

Kamar las terdiri dari dinding penyekat yang tahan panas. Fungsi kamar las untuk melindungi pekerja disekitarnya agar tidak terkena sinar las dan percikan api las. Kamar las sebaiknya cukup ventilasi sehingga gas dari proses pengelasan dapat keluar dengan baik.

12. Meja las

Meja las terbuat dari besi dan bebas dari bahan-bahan yang mudah terbakar.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

4. Pelaksanaan Praktikum.


 

No


 

Kompetensi


 

Standar Kompetensi


 

Alokasi waktu


 

Keterangan

1

Siswa mampu mengelas dengan mesin las listrik pada berbagai posisi dan bentuk las.

1.menyeting peralatan las.


 

1 x 15 menit

 

2.menyetel besar arus sesuai dengan ukuran elektroda dan bahan yang digunakan.


 


 

1 x 15 menit

 

3.menghidupkan las listrik dengan cara yang benar.


 

1 x 15 menit

 

4.mengakhiri pengelasan dengan benar.


 

1 x 15 menit

 

5.membuat alur las dengan posisi datar

( down hand )


 

1 x 15 menit

 
   
   

Selasa, 21 Februari 2012

Ciri-ciri perkembangan fisik anak dan remaja


Teori perkembangan

Pertumbuhan adalah perubahan secara psikologis sebagai hasil dari kematangan fungsi-fungsi fisik yanng berlangsung secara normal pada anak sehat dalam waktu tertentu. Contohnya bertanbah tinggi, banyak tulang 9tang behubunngan denngan jasmani). Sedangkan perkembangan : proses kematangan fungsi-fungsi non fisik. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan :

  • Sebelum lahir
  • Ketika lahir
  • Sesudah lahir
  • Psikologis

Perkembangan adalah proses kematangan fungsi-fungsi non fisik. Faktor yang mempengaruhi perkembangan seorang anak :

  • Keturunan (warisan)
  • Lingkungan
  • Kematangan fungsi organis dan psikis
  • Aktivitas anak itu sendiri sebagai objek yang berkemauan

Teori dinamika perkembangan mengatakan bahwa : Dalam organisme yang hidup itu selalu ada usaha yang positif. Organisme itu memiliki mmesin kapasitas impus tertentu yang dipakai untuk memobilisasi semua kemampuan agar berfungsi dan dapat dimanfaatkan. Perkembangan pada manusia memerlukan stimulus dan pada tumbuhan secara psikis. Pembagian fase-fase perkembangan

1) Menurut Aristoteles

Perkembangan dibagi menjadi tiga bagian

Ø Periode I : umur 0 s/d 7 tahun (masa anak kecil/bermain)

Ø Peripde II : umur 7 s/d 14 tahun (masa anak-anak, masa belajar

Ø Periode II : umur 14 s/d 21 tahun (masa remaja/pubertas)

Periode I dan II ditandai dengan adanya gejala lepasnya gigi, dan periode II da III ditandai dengan adanya gejala pubertas

2) Menurut Chartotle Buhtar

Perkembanagn menjadi 5 fase :

Ø 0 - 1 tahun : masa menghayati objek-objek diluar dirinya sendiri

Ø 2 - 4 tahun : masa pengenalan dunia objektif diluar dirinya disertai penghayatan subjektif

Ø 5 – 6 tahun : masa sosialisasi anak/ pergaulan dengan kawan-kawannya

Ø 9 – 11 tahun : masa sekolag rendah, anak mencapai objektifitas tinggi (masa mencoba)

Ø 14 – 19 tahun : masa tercapainya sintese antara sikap dalam batin sendiri dengan sikap keluar pada dunia objektif.

3) Menurut Konstamm

Membagi menjadi 5 fase :

Ø Masa bayi (vital)

Ø Masa anak kecil (estesis)

Ø Masa anak sekolah (intelektual)

Ø Masa pubertas (sosial)

Ø Manusia yang sudah matang

4) Menurut Oswald Kroh

Ø 0-4 tahun : masa kanak-kanak (trotzalter 1) yaitu masa menentang ditandai perubahan tingkah laku dan prilaku pada anak.

Ø 4-14 tahun masa sekolah/keserasian (trotzalter 2). 13-14 tahun : masa melawan

Ø 14-19 tahun : masa kematangan

5) Menurut Hackel

Ø Samapi kira-kira anak 5-8 tahun masa perampakan yaitu :senang menangkap hewan-hewan kecil perburuan.kejar-kejaran

Ø 8-10 tahun : anak dimulai dengan senang pengembalaan yaitu memelihata ikan, burung dan lain-lain

Ø 11-13 tahun : masa menanam/pertanian

Ø 13-14 tahun : masa perdagangan

6) Menurut William Stern

Ø 2-7 tahun : kehidupan bangsa alam

Ø 21 tahun : seorang yang sudah dewasa

Oeang dewasa ialah bisa mengontrol diri, patuh pada kedisiplinan, kejujuran dan keberanian. Memandang dari segi pendidikan :

Ø 0-6 tahun : periode sekolah (ibu)

Ø 6-18 tahun : periode sekolah (bahasa ibu)

Ø 12-18 tahun :periode latin (bahasa Indonesia, bahasa Inggris)

Ø 18-24 tahun : periode universita

Prinsip – pronsip perubahan.

Ciri – ciri perubahan/perkembangan :

Pertumbuhan sebagai proses menjadi. Perpaduan antara golongan – golongan mempertahankan diri dan pengembangan diri. Individualitas anak dan perbedaan individu. Anak sebagai makhluk sosial. Hukum kompergensi. Pemenuhan kebutuhan sebagai dinamis dan aktivitas anak. Penggunaan fungsi-fungsi secara spontan sebagai kemampuan tumbuh. Tempo dan fitme perkembangan anak. Kematangan dan masa peka. Perkembangan sebagai proses diperensiasi. Masa tlotsalter.(Periode 1: 3-4 thn. Periode 2 :12-13) Perjuang sebagai ciri perjuanagn.

Pemulihan diri dan revisi terhadap kebiasaan.. Faktor – faktor perkembangan. Faktor idibiliter atau faktor bawaan sejak lahir. Faktor lingkungan sekitar. Diperlancar oleh usaha belajar.

Perkembangan Psikologi Anak Dalam Kehidupan Sosial

Perbedaan fase perkembangan status sosial di dunia anak-anak dalam persahabatan dan mendapatkan kawan bermain di lingkungan sekolah dan di luar lingkungan sekolah, berbeda dengan pengertian persahabatan yang terjadi pada orang dewasa, untuk orang dewasa persahabatan adalah suatu ikatan relasi dengan orang lain, di mana kepercayaan, pengertian, pengorbanan dan saling membantu satu sama lainnya akan terjalin dalam periode yang lama, sedangkan di dunia anak-anak tidak seperti halnya yang terjadi pada orang dewasa, di dunia anak-anak persahabatan terjalin tidak untuk waktu yang lama, terkadang bila terjadi masalah yang kecil saja, jalinan persahabatan tersebut akan terputus.

Ada dua metode penelitian untuk mengetahui arti persahabatan dan kawan bermain di dalam dunia anak-anak:

1.Dengan cara kita mengajukan beberapa pertanyaan, seperti ;

Siapa teman dekatmu ? kenapa dia ? apa yang kamu senangi dari dia ?

2.Dengan cara kita bercerita tentang persahabatan, kemudian kedua orang sahabat tersebut bertengkar karena mereka tidak dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik.

Dari kedua metode tersebut, metode yang nomor dua kita akan banyak mendapatkan informasi, kemudian kita ajukan pertanyaan kepada anak ; Harus bagaimanakah situasi itu diselesaikan ? Dari banyak informasi yang diberikan anak tersebut, kita akan mendapatkan kesimpulan yang kita bagi dalam beberapa fase, seperti ; Fase Pertama ; - Teman untuk bermain Teman bermain untuk usia anak antara 5 sampai 7 tahun. Bagi mereka, teman adalah seseorang yang mempunyai mainan yang menarik yang tempat tinggalnya dekat di sekitar mereka, dan mereka mempunyai ketertarikkan yang sama. Kepribadian dari teman tersebut tidak menjadi masalah, yang terpenting bagi mereka adalah kegiatan dan mainan apa yang mereka miliki, persahabatan mereka akan terputus apabila salah seorang dari anak tersebut tidak mau bermain lagi dengan anak lainnya karena kejenuhan dan kebosanan, persahabatan mereka akan secepat mungkin terputus dan terbina kembali begitu saja. Contoh percakapan yang sering kita temui pada anak-anak usia 5 sampai 7 tahun, antara lain mengenai berbagi makanan, misalnya ; “Kalau kamu memberi saya coklat, kamu temanku lagi” Dalam usia ini mereka dengan gampangnya mengatakan tentang berteman, biasanya percakapan mereka dimulai dengan perkataan “namamu siapa ? dan namaku......” dan mereka bisa begitu saja berteman setelah saling mengetahui nama masing-masing.

Fase Kedua

Teman untuk bersama Teman bermain dan membangun kepercayaan, untuk usia anak antara 8 sampai 10 tahun. Dalam usia mereka ini, pengertian teman sedikit lebih luas dari pada fase pertama, karena arti teman bagi mereka sudah melangkah ke perasaan saling percaya, saling membutuhkan dan saling mengunjungi. Dalam fase ini seorang anak untuk mendapatkan teman tidak segampang anak pada fase pertama, karena mereka harus ada kemauan berteman dari kedua belah pihak. Mereka tidak akan mau berteman lagi setelah di antara mereka timbul masalah, seperti ;

- Salah seorang di antara mereka ada yang melanggar janji ;

- Salah seorang di antara mereka ada yang terkena gosip ;

- Salah seorang di antara mereka tidak mau membantu, disaat temannya tersebut membutuhkan pertolongan.

Percakapan yang sering kita temui pada fase kedua ini, misalnya ; “Kenapa kamu pilih dia sebagai temanmu ?” Dalam fase ini, seorang anak tidak mudah menjalin persahabatan, biasanya persahabatan tersebut terjadi setelah beberapa saat mereka saling mengenal baik baru mereka akan menjalinnya, kadang persahabatan mereka bisa sampai usia dewasa, kadang juga terputus tergantung factor apa yang terjadi selama persahabatan mereka.

Fase Ketiga

Persahabatan yang penuh dengan saling pengertian Terjadi pada anak usia 11 sampai 15 tahun, bagi mereka arti teman tidak hanya sekedar untuk bermain saja, di sini seorang teman harus juga bisa berfungsi sebagai tempat berbagi pikiran, perasaan dan pengertian. Pada fase ini persahabatan memasuki stadium yang sangat pribadi, karena pada umumnya mereka sedang mengalami masa puber dengan permasalahan psikologis seperti ; depresi, rasa takut, problem di rumah, atau problem keuangan yang terjadi pada mereka, biasanya mereka lebih tahu permasalahan psikologis tersebut dibandingkan dengan orang tua mereka sendiri. Persahabatan pada fase ini bisa berubah seiring dengan berjalannya usia mereka, dari sekedar teman bermain, kemudian berkembang menjadi teman berbagi kepercayaan dan teman berbagi emosi.

Persahabatan tersebut biasanya terputus karena salah seorang dari mereka pindah rumah atau melanjutkan sekolah di kota lain. Percakapan di antara mereka yang sering kita dengar pada fase ini, misalnya ; “Kita butuh teman yang baik, karena kita bisa berbagi ceritera di mana orang lain tidak perlu tahu, teman yang baik akan memberi nasihat atau jalan keluar yang terbaik”. Pentingnya Persahabatan Untuk Perkembangan Sosial anak-anak Populer atau Tidak Populer dan Apa Akibatny

Di dalam lingkungan sekolah dasar, biasanya ada anak yang populer dan tidak populer, baik anak tersebut lebih menonjol karena kepintaranya atau pun karena hal yang lainnya. Mereka mendapat perhatian lebih, seperti selalu diundang dan hadir di pesta ulang tahun temannya sedangkan yang tidak populer tidak pernah diundang. Untuk mengetahui lebih jauh tentang hubungan sosial anak populer dan tidak populer di dalam kelas, seorang guru atau kita, dapat mengajukan beberapa pertanyaan kepada mereka, seperti ;

- Dengan siapa kamu mau pergi tamasya ?

- Dengan siapa kamu mau duduk ?

Ternyata anak populer lebih banyak disebut dan anak tidak populer jarang atau sama sekali tidak disebut. Untuk lebih mengetahui anak populer dan tidak populer, pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dikembangkan lagi dengan pertanyaan-pertanyaan negatif dan pertanyaan pertanyaan positif. Dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita bisa lebih cepat mengetahui mana anak populer dan mana anak yang tidak populer dan juga kita bisa lebih cepat mengetahui serta membantu mengatasi problem si anak pada stadium yang masih belum terlalu jauh.

Dengan cara tersebut, pada akhirnya kita bisa membedakan Perkembangan anak secara berurutan, seperti ;

1. anak-anak yang menyandang bintang sosiometris Bintang sosiometris, artinya mereka paling banyak disebut sisi positifnya dari pada sisi negatifnya, biasanya mereka disenangi dan diakui oleh teman-temannya sedikit dari mereka yang menyandang bintang sosiometris ini merasa terasingkan.

2. anak-anak yang biasa Biasanya mereka tidak begitu populer dibandingkan dengan bintang sosiometris, tetapi mereka lebih banyak disebut sisi positifnya dan sedikit disebut sisi negatifnya.

3. anak-anak yang terisolir Biasanya mereka tidak disebut sisi positifnya dan juga tidak disebut sisi negatifnya, sepertinya anak terisolir tersebut tidak terlihat oleh teman-temannya.

4. anak-anak yang terasingkan Biasanya mereka oleh anak-anak yang lain diasingkan dan tidak diakui sebagai teman, mereka biasanya sedikit sekali disebut sisi positifnya dan lebih banyak disebut sisi negatifnya.

Dari urutan-urutan di atas, kita sebagai orang tua harus cepat tanggap dan tidak ragu untuk bertanya kepada guru di sekolah, bagaimana Perkembangan psikologi anak di lingkungan sekolah, hal tersebut dilakukan untuk membandingkan Perkembangan psikologi anak di lingkungan rumah dan di lingkungan sekolah, supaya kita dapat secepatnya menelusuri dan mengetahui apakah anak kita mempunyai masalah dalam dirinya yang tidak berani diungkapkan kepada kita sebagai orang tuanya dan kita bisa dengan cepat menangani serta membantu memecahkan masalah si anak tersebut, sebelum masalah anak tersebut terlanjur merubah sifat dan karekter si anak. Faktor-faktor penting yang mempengaruhi dalam status sosial anak

1. Cara orang tua mendidik dan membina anak Orang tua yang mendidik anak dengan cara bertahap dalam menjelaskan sesuatu hal, dan mendidik anak dengan penuh kasih sayang, biasanya anak-anak mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan mereka akan mudah dalam mengembangkan hubungan sosialnya. Lain halnya dengan anak-anak yang tidak mendapatkan kasih sayang secara penuh dan mereka dididik oleh orang tuanya dengan cara kasar serta mendapatkan peristiwa yang membuat anak tersebut trauma, maka kita bisa dengan jelas melihat perbedaan yang mencolok, biasanya anak tersebut sulit dikendalikan dan memiliki masalah, mereka tidak akan mudah membina hubungan sosial dan sulit membina persahabatan dengan anak lainnya.

2. Urutan kelahiran Urutan kelahiran, mempengaruhi juga dalam status sosial anak, karena biasanya anak yang paling muda lebih populer dan terbiasa dengan negoisasi dari pada saudara-saudaranya.

3. Kecakapan dan keterampilan mengambil peran Biasanya anak-anak populer memiliki kecakapan dan keterampilan dalam mengambil apa pun posisi peran dan posisi peran tersebut dapat berkembang menjadi lebih baik. Anak-anak populer biasanya memiliki intellegensi/kecerdasan yang baik. Dengan memiliki ciri-ciri tersebut, anak-anak populer lebih mudah menempatkan dirinya atau beradaptasi dilingkungan yang asing.

4. Nama Ternyata di lingkungan anak-anak, nama dapat membawa pengaruh. Nama yang dapat diasosiasikan dengan sesuatu hal, dapat membawa pengaruh negatif terhadap perkembangan sosial psikologi anak . karena anak-anak masih sangat kongkrit dalam menyatakan sesuatu hal, akibatnya anak tersebut merasa rendah diri dan tersudut apabila anak-anak yang lain mencemoohkan karena namanya dapat diasosiasikan dengan sesuatu hal.

5 Daya tarik anak-anak yang memiliki daya tarik tersendiri, biasanya selalu populer daripada anak yang kurang memiliki daya tarik. anak-anak yang berumur 3 tahun, sudah bisa membedakan mana anak-anak yang menarik dan mana anak-anak yang kurang menarik, reaksi ketertarikkannya hampir sama dengan orang dewasa. Pada anak usia 3 tahun, anak yang menarik dan anak tidak menarik tidak begitu kelihatan mencolok, tetapi pada anak usia 5 tahun, hal tersebut dapat terlihat sangat jelas, anak usia 5 tahun yang tidak menarik biasanya lebih agresif dan sering tidak jujur dalam bermain, sedangkan pada anak usia 5 tahun yang memiliki daya tarik, biasanya mereka sering diberi masukkan-masukkan yang positif dari sekitarnya sehingga tumbuh rasa percaya diri yang lebih tinggi, sabaliknya pada anak usia 5 tahun yang tidak menarik rasa percaya dirinya berkurang karena terpengaruh masukkan-masukkan yang negatif dari lingkungannya.

6. Perilaku. Tidak semua anak yang menarik menjadi populer karena masih banyak faktor lainnya yang bisa mempengaruhi katagori populer. Perilaku yang membuat anak populer, antara lain ; ramah tamah, mempunyai rasa simpati, tidak agresif, bisa berkerja sama, suka menolong, suka memberikan masukkan atau komentar yang positif, dan lain-lain. Secara umum faktor-faktor di atas terdapat pada anak-anak yang populer, dan factor-faktor tersebut dapat menentukan status sosial anak, tetapi tidak selamanya anak populer pada nantinya dapat menentukan status sosial, sebagian anak-anak yang tumbuh dari lingkungan yang selalu terjaga pendidikannya, intellegensinya, cakap dan terampil, mempunyai nama yang baik serta menarik tetapi tidak popular, sebagian lagi ada juga anak-anak yang tumbuh dari lingkungan yang bermasalah, kurang perhatian dari orang tua, mempunyai nama yang kurang bagus, dan tidak memiliki daya tarik, tetapi bisa juga menjadi populer.

Lalu bagaimana dengan anak-anak yang kurang dihargai seperti ; anak-anak yang terisolir dan anak-anak yang terasingkan. Kelompok anak-anak tersebut memiliki nilai yang rendah dari anak-anak seumurnya, akan tetapi anak-anak yang terisolir lebih mudah diakui dari pada anak anak yang terasingkan, namun lama kelamaan anak-anak yang terasingkan akan diakui juga. anak-anak yang terasingkan memiliki resiko adaptasi lebih besar dalam usia menjelang dewasa, mereka menjadi terasingkan karena ada penyimpangan dari salah satu factor status sosial anak Jika anak-anak ini lemah dalam menghadapi ejekkan-ejekkan atau godaan dari anak-anak lainnya, maka hal tersebut dapat membentuk perilaku dan proses belajarnya akan terganggu. Beberapa problem pada anak-anak yang terasingkan, antara lain ; secara terbuka mereka diasingkan sering terlibat dalam hal-hal kejadian interaksi yang negatif mempunyai masalah perilaku sering memperlihatkan perilaku agresif mempunyai status negatif yang stabil sering bermasalah di sekolah Secara umum anak-anak yang terasingkan, berreaksi dengan dua cara

1. Menarik diri

Biasanya mereka menarik diri dari kontak dengan yang lain, mereka sebetulnya ingin main dengan anak lainnya, tetapi mereka diacuhkan dan diabaikan keberadaannya, malahan mereka mengejeknya seperti dengan sebutan “professor” karena anak tersebut memakai kacamata, maka dari itu mereka selalu menhindar dari anak-anak lainnya, di rumah biasanya mereka juga pendiam dan selama mungkin tinggal di kamarnya dengan membaca komik atau mendengarkan musik, kepada orang tuanya mereka beralasan tidak suka main di luar.

2. Perilaku anti sosial

Biasanya mereka sulit untuk diatur, padahal anak-anak lainnya tidak suka dengan perilakunya, misalnya ; Pada saat anak-anak yang lain bermain bola, kemudian datang anak yang terasingkan, tetapi tidak untuk ikut bermain dengan anak-anak lainnya, anak tersebut datang hanya sekedar untuk mengganggu saja dengan mengambil bolanya, dan apabila ikut bermain bola pun anak itu akan tampil dengan kasar sehingga membuat anak-anak lainnya berhenti bermain, anak yang terasing itu akan marah-marah hingga akhirnya anak-anak yang lain terpaksa mengalah dan bermain bola kembali dengan aturan-aturan yang dikehendaki oleh anak yang terasing tadi

Untuk anak-anak yang terasing ini di negara-negara yang sudah maju, seperti di Belanda, para orang tua darianak tersebut akan mendapat laporan dari pengajar atau guru, kemudian mereka diberikan penyuluhan dan konsultasi dari Psikolog anak yang ada di bawah Departemen Urusan anak-anak Bermasalah, kemudian akan dikirim ke Departemen Kesehatan untuk gangguan jiwa yang tidak stabil untuk diberi pengarahan dan keterampilan sosial dalam cara menyesuaikan diri atau cara beradaptasi di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah.
Untuk orang yang lebih dewasa, mereka diajarkan semacam therapy untuk beradaptasi dalam lingkungan masyarakat supaya akhirnya mereka bisa mandirl.

Perkembangan Anak

Perkembangan fisik anak merupakan dasar bagi perkembangan berikutnya. Dengan meningkatnya perkembangan tubuh, baik ukuran berat dan tinggi maupun kekuatannya memungkinkan anak untuk dapat mengembangkan keterampilan fisiknya dan eksplorasi terhadap lingkungannya tanpa bantuan orang tua dan orang lain di sekitarnya.
Secara umum perkembangan anak selama masa perkembangannya akan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terangkum dalam dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal.

1. Faktor Internal

Yang dimaksud dengan faktor internal adalah segala sesuatu yang ada dalam diri individu yang keberadaannya mempengaruhi dinamika perkembangan. Termasuk ke dalam faktor-faktor internal tersebut adalah faktor jasmaniah, faktor psikologis, dan faktor kematangan fisik dan psikis.

2. Faktor Eskternal

Faktor eksternal adalah segala sesuatu yang berada di luar diri individu yang keberdaannya mempengaruhi terhadap dinamika perkembangan. Yang termasuk faktor eksternal antara lain : faktor sosial, faktor budaya, faktor lingkungan fisik, dan faktor lingkungan non fisik. Pertumbuhan dan perkembangan tidak hanya menyangkut masalah fisik atau jasmani saja, tetapi juga menyangkut masalah rohani. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap individu terdapat beberapa macam, antara lain :

1. Faktor Pembawaan

Pada waktu anak lahir, membawa berbagai kemungkinan potensi yang ada pada dirinya. Secara umum kemungkinan-kemungkinan potensi yang ada pada anak yang baru lahir adalah :

a. Kecerdasan

b. Bakat-bakat khusus

c. Jenis kelamin

d. Jenis ras

e. Sifat-sifat fisik

f. Sifat-sifat kepribadian

g. Dorongan-dorongan

Pada waktu dilahirkan anak telah merupakan satu kesatuan psycho-physis sebagai hasil pertumbuhan yang teratur dan kontinu sewaktu dalam kandungan ibu.
Selama perkembangannya individu-individu itu tidak statis, melainkan dinamis, dan pengalaman belajar yang disajikan kepada mereka harus sesuai dengan sifat-sifat khasnya yang sesuai dengan perkembangannya itu.

Jenis kelamin dan jenis ras merupakan faktor bawaan yang dibawa oleh individu sejak lahir. Perkembangan atau fase selanjutnya tiap individu akan berbeda-beda baik dari segi fisik/jasmani maupun perkembangan rohaninya. Masa anak-anak dimulai setelah melewati masa bayi yang penuh ketergantungan. Masa anak-anak awal dimulai ketika anak berusia antara 2 sampai 6 tahun. Pada masa anak awal perkembangan fisik anak akan terlihat lambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada masa bayi. Pada anak usia ini faktor pembawaan anak akan mulai terlihat dan orangtua atau orang yang lebih tua darinya akan memperoleh gambaran tentang kebiasaan dan kemampuan anak.

2. Faktor Lingkungan

Kehidupan manusia khususnya anak-anak dibutuhkan banyak berinteraksi dengan individu lainnya. Lingkunagn fisik (phiysical envirenment) banyak mempengaruhi perkembangan individu. Faktor lingkungan seperti halnya alam sekitar disebut sebagai faktor exogen.

Pada anak usia ini anak anak sudah siap memasuki dunianya yakni masuk dunia kanak-kanak. Kemampuan berbicara, mobilitas, keikutsersertaan sosial yang cepat, kesemuanya mempercepat pertumbuha intelektual anak. Pada masa anak usia seperti ini telah mendapat sebagian besar perkembangan berbahasa mereka sebagai salah satu tugas belajar mereka yang penting. Kemampuan berbahasa yang dicapai akan memeudahkan mereka belajar lebih lanjut.
Faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap perkembangan anak usia ini adalah orang tua. Orang tua sebagai guru alamiah akan mampu melihat dan mengerti serta menanggapi kemauan anak. Melalui berbagai komunikasi serta interaksi dengan orang tua akan terbentuk sikap, kebiasaan dan kepribadian seorang anak, selain itu ada pula faktor lingkungan yang secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan anak, seperti halnya dengan kebudayan. Kebudayaan (culture) secara tidak langsung ikut mewarnai situasi, kondisi ataupun corak interaksi di mana anak itu berada. Selain faktor-faktor di atas, faktor agama juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan pribadi dan kebiasaan anak. Salah satunya adalah anak mulai tahu tentang kebersihan, yakni dengan melakukan buang air di tempat yang biasa dilakukan oleh orang tuanya.

Pada diri manusia baik anak-anak maupun orang dewasa terdapat gejala-gejala kejiwaan hal ini tentu saja erat kaitannya dengan psikologi. Dalam gejala kejiwaan terdapat sensasi dan persepsi, yang pada keduanya terdapat perbedaan. Setiap anak mempunyai kelebihan atau kekuatan-kekuatan tertentu dan juga tentu saja kekurangan atau kelemahan. Hal ini tentu perlu digali agar perwujudan diri dan semua bakat dan kemampuan pada anak dapat dikembangkan.

Perkembangan fisik anak merupakan dasar bagi perkembangan berikutnya. Dengan meningkatnya perkembangan tubuh, baik ukuran berat dan tinggi maupun kekuatannya memungkinkan anak untuk dapat mengembangkan keterampilan fisiknya dan eksplorasi terhadap lingkungannya tanpa bantuan orang tua dan orang lain di sekitarnya.
Secara umum perkembangan anak selama masa perkembangannya akan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terangkum dalam dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. Yang dimaksud dengan faktor internal adalah segala sesuatu yang ada dalam diri individu yang keberadaannya mempengaruhi dinamika perkembangan. Termasuk ke dalam faktor-faktor internal tersebut adalah faktor jasmaniah, faktor psikologis, dan faktor kematangan fisik dan psikis. Faktor eksternal adalah segala sesuatu yang berada di luar diri individu yang keberdaannya mempengaruhi terhadap dinamika perkembangan. Yang termasuk faktor eksternal antara lain : faktor sosial, faktor budaya, faktor lingkungan fisik, dan faktor lingkungan non fisik.

Teori Perkembangan Jean Piaget skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya melalui empat periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin canggih seiring pertambahan usia, yaitu :

1.Periode Sensorimotor (usia 0–2 tahun)

Bayi lahir dengan sejumlah refleks bawaan selain juga dorongan untuk mengeksplorasi dunianya. Skema awalnya dibentuk melalui diferensiasi refleks bawaan tersebut. Periode sensorimotor adalah periode pertama dari empat periode. Piaget berpendapat bahwa tahapan ini menandai perkembangan kemampuan dan pemahaman spatial penting dalam enam sub-tahapan:

Sub-tahapan skema refleks, muncul saat lahir sampai usia enam minggu dan berhubungan terutama dengan refleks. Sub-tahapan fase reaksi sirkular primer, dari usia enam minggu sampai empat bulan dan berhubungan terutama dengan munculnya kebiasaan-kebiasaan.
Sub-tahapan fase reaksi sirkular sekunder, muncul antara usia empat sampai sembilan bulan dan berhubungan terutama dengan koordinasi antara penglihatan dan pemaknaan.
Sub-tahapan koordinasi reaksi sirkular sekunder, muncul dari usia sembilan sampai duabelas bulan, saat berkembangnya kemampuan untuk melihat objek sebagai sesuatu yang permanen walau kelihatannya berbeda kalau dilihat dari sudut berbeda (permanensi objek).
Sub-tahapan fase reaksi sirkular tersier, muncul dalam usia dua belas sampai delapan belas bulan dan berhubungan terutama dengan penemuan cara-cara baru untuk mencapai tujuan.
Sub-tahapan awal representasi simbolik, berhubungan terutama dengan tahapan awal kreativitas.

2.Periode Praoperasional (usia 2–7 tahun)

Dengan mengamati urutan permainan, Piaget bisa menunjukkan bahwa setelah akhir usia dua tahun jenis yang secara kualitatif baru dari fungsi psikologis muncul. Pemikiran (Pra)Operasi dalam teori Piaget adalah prosedur melakukan tindakan secara mental terhadap objek-objek. Ciri dari tahapan ini adalah operasi mental yang jarang dan secara logika tidak memadai. Dalam tahapan ini, anak belajar menggunakan dan merepresentasikan objek dengan gambaran dan kata-kata. Pemikirannya masih bersifat egosentris: anak kesulitan untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Anak dapat mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri, seperti mengumpulkan semua benda merah walau bentuknya berbeda-beda atau mengumpulkan semua benda bulat walau warnanya berbeda-beda.

Menurut Piaget, tahapan pra-operasional mengikuti tahapan sensorimotor dan muncul antara usia dua sampai enam tahun. Dalam tahapan ini, anak mengembangkan keterampilan berbahasanya. Mereka mulai merepresentasikan benda-benda dengan kata-kata dan gambar. Bagaimanapun, mereka masih menggunakan penalaran intuitif bukan logis. Di permulaan tahapan ini, mereka cenderung egosentris, yaitu, mereka tidak dapat memahami tempatnya di dunia dan bagaimana hal tersebut berhubungan satu sama lain. Mereka kesulitan memahami bagaimana perasaan dari orang di sekitarnya. Tetapi seiring pendewasaan, kemampuan untuk memahami perspektif orang lain semakin baik. Anak memiliki pikiran yang sangat imajinatif di saat ini dan menganggap setiap benda yang tidak hidup pun memiliki perasaan.

3. Periode Operasional Konkrit (usia 7–11 tahun)

Tahapan ini muncul antara usia enam sampai duabelas tahun dan mempunyai ciri berupa penggunaan logika yang memadai. Proses-proses penting selama tahapan ini adalah: Pengurutan Kemampuan untuk mengurutan objek menurut ukuran, bentuk, atau ciri lainnya. Contohnya, bila diberi benda berbeda ukuran, mereka dapat mengurutkannya dari benda yang paling besar ke yang paling kecil. Klasifikasi Kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda menurut tampilannya, ukurannya, atau karakteristik lain, termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian tersebut. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme (anggapan bahwa semua benda hidup dan berperasaan). Decentering Anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahan untuk bisa memecahkannya. Sebagai contoh anak tidak akan lagi menganggap cangkir lebar tapi pendek lebih sedikit isinya dibanding cangkir kecil yang tinggi.

Reversibility
Anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah, kemudian kembali ke keadaan awal. Untuk itu, anak dapat dengan cepat menentukan bahwa 4+4 sama dengan 8, 8-4 akan sama dengan 4, yaitu jumlah sebelumnya.

Konservasi

Memahami bahwa kuantitas, panjang, atau jumlah benda-benda adalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut. Sebagai contoh, bila anak diberi cangkir yang seukuran dan isinya sama banyak, mereka akan tahu bila air dituangkan ke gelas lain yang ukurannya berbeda, air di gelas itu akan tetap sama banyak dengan isi cangkir lain. Penghilangan sifat Egosentrisme Kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara yang salah). Sebagai contoh, tunjukkan komik yang memperlihatkan Siti menyimpan boneka di dalam kotak, lalu meninggalkan ruangan, kemudian Ujang memindahkan boneka itu ke dalam laci, setelah itu baru Siti kembali ke ruangan. Anak dalam tahap operasi konkrit akan mengatakan bahwa Siti akan tetap menganggap boneka itu ada di dalam kotak walau anak itu tahu bahwa boneka itu sudah dipindahkan ke dalam laci oleh Ujang.

4. Periode Operasional Formal (usia 11 tahun sampai dewasa)

Tahap operasional formal adalah periode terakhir perkembangan kognitif dalam teori Piaget. Tahap ini mulai dialami anak dalam usia sebelas tahun (saat pubertas) dan terus berlanjut sampai dewasa. Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Dalam tahapan ini, seseorang dapat memahami hal-hal seperti cinta, bukti logis, dan nilai. Ia tidak melihat segala sesuatu hanya dalam bentuk hitam dan putih, namun ada "gradasi abu-abu" di antaranya. Dilihat dari faktor biologis, tahapan ini muncul saat pubertas (saat terjadi berbagai perubahan besar lainnya), menandai masuknya ke dunia dewasa secara fisiologis, kognitif, penalaran moral, perkembangan psikoseksual, dan perkembangan sosial. Beberapa orang tidak sepenuhnya mencapai perkembangan sampai tahap ini, sehingga ia tidak mempunyai keterampilan berpikir sebagai seorang dewasa dan tetap menggunakan penalaran dari tahap operasional konkrit.

Tahapan ini bergantung pada keakraban dengan daerah subyek tertentu. Apabla siswa akrab dengan suatu obyek tertentu, lebih besar kemungkinannya menggunakan menggunakan operasi formal.

Tahapan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : Walaupun tahapan-tahapan itu bisa dicapai dalam usia bervariasi tetapi urutannya selalu sama. Tidak ada tahapan yang diloncati dan tidak ada urutan yang mundur. Universal (tidak terkait budaya) Bisa digeneralisasi: representasi dan logika dari operasi yang ada dalam diri seseorang berlaku juga pada semua konsep dan isi pengetahuan.

Tahapan-tahapan tersebut berupa keseluruhan yang terorganisasi secara logis Urutan tahapan bersifat hirarkis (setiap tahapan mencakup elemen-elemen dari tahapan sebelumnya, tapi lebih terdiferensiasi dan terintegrasi). Tahapan merepresentasikan perbedaan secara kualitatif dalam model berpikir, bukan hanya perbedaan kuantitatif.

Teori Perkembangan JEAN PIAGET

Setiap individu dalam hidupnya selalu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan berinteraksi tersebut, seseorang akan memperoleh skema. Skema berupa kategori pengetahuan yang membantu dalam menginterpretasi dan memahami dunia. Skema juga menggambarkan tindakan baik secara mental maupun fisik yang terlibat dalam memahami atau mengetahui sesuatu. Sehingga dalam pandangan Piaget, skema mencakup baik kategori pengetahuan maupun proses perolehan pengetahuan tersebut. Seiring dengan pengalamannya mengeksplorasi lingkungan, informasi yang baru didapatnya digunakan untuk memodifikasi, menambah, atau mengganti skema yang sebelumnya ada. Sebagai contoh, seorang anak mungkin memiliki skema tentang sejenis binatang, misalnya dengan burung. Bila pengalaman awal anak berkaitan dengan burung kenari, anak kemungkinan beranggapan bahwa semua burung adalah kecil, berwarna kuning, dan mencicit. Suatu saat, mungkin anak melihat seekor burung unta. Anak akan perlu memodifikasi skema yang ia miliki sebelumnya tentang burung untuk memasukkan jenis burung yang baru ini.

Asimilasi adalah proses menambahkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada. Proses ini bersifat subjektif, karena seseorang akan cenderung memodifikasi pengalaman atau informasi yang diperolehnya agar bisa masuk ke dalam skema yang sudah ada sebelumnya. Dalam contoh di atas, melihat burung kenari dan memberinya label "burung" adalah contoh mengasimilasi binatang itu pada skema burung si anak.

Akomodasi adalah bentuk penyesuaian lain yang melibatkan pengubahan atau penggantian skema akibat adanya informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada. Dalam proses ini dapat pula terjadi pemunculan skema yang baru sama sekali. Dalam contoh di atas, melihat burung unta dan mengubah skemanya tentang burung sebelum memberinya label "burung" adalah contoh mengakomodasi binatang itu pada skema burung si anak.
Melalui kedua proses penyesuaian tersebut, sistem kognisi seseorang berubah dan berkembang sehingga bisa meningkat dari satu tahap ke tahap di atasnya. Proses penyesuaian tersebut dilakukan seorang individu karena ia ingin mencapai keadaan equilibrium, yaitu berupa keadaan seimbang antara struktur kognisinya dengan pengalamannya di lingkungan. Seseorang akan selalu berupaya agar keadaan seimbang tersebut selalu tercapai dengan menggunakan kedua proses penyesuaian di atas.

Dengan demikian, kognisi seseorang berkembang bukan karena menerima pengetahuan dari luar secara pasif, tapi orang tersebut secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya. Tahapan perkembangan Perbedaan kualitatif dan kuantitatif Terdapat kontroversi terhadap pembagian tahapan perkembangan berdasarkan perbedaan kualitas atau kuantitas kognisi. Kontinuitas dan diskontinuitas

Kontroversi ini membahas apakah pembagian tahapan perkembangan merupakan proses yang berkelanjutan atau proses terputus pada tiap tahapannya. Homogenitas dari fungsi kognisi
Natur dan Nurtur

Kontroversi natur dan nurtur berasal dari perbedaan antara filsafat nativisme dan filsafat empirisme. Nativisme mempercayai bahwa pada kemampuan otak manusia sejak lahir telah dipersiapkan untuk tugas-tugas kognitif. Empirisme mempercayai bahwa kemampuan kognisi merupakan hasil dari pengalaman.

Stabilitas dan Kelenturan dari Kecerdasan

Secara relatif kecerdasan seorang anak tetap stabil pada suatu derajatkecerdasan, namun terdapat perbedaan kemampuan kecerdasan seorang anak pada usia 3 tahun dibandingkan dengan usia 15 tahun. Teori perkembangan Piaget mewakili konstruktivisme, yang memandang perkembangan kognitif sebagai suatu proses di mana anak secara aktif membangun sistem makna dan pemahaman realitas melalui pengalaman-pengalaman dan iteraksi-interaksi mereka.

PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN PADA MASA REMAJA

Remaja didefinisikan sebagai tahap perkembangan transisi yang membawa individu dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut Seifert dan Hoffnung (1987), periode ini umumnya dimulai sekitar usia 12 tahun hingga akhir masa pertumbuhan fisik, yaitu sekitar usia 20 tahun. Usia remaja berada dalam usia 12 tahun sampai 21 tahun bagi wanita, dan 13 tahun sampai 22 tahun bagi pria.

Ada dua pandangan teoritis tentang remaja. Menurut pandangan teoritis pertama – yang dicetuskan oleh psikolog G. Stanley Hall – : adolescence is a time of “storm and stress “. Artinya, remaja adalah masa yang penuh dengan “badai dan tekanan jiwa”, yaitu masa di mana terjadi perubahan besar secara fisik, intelektual dan emosional pada seseorang yang menyebabkan kesedihan dan kebimbangan (konflik) pada yang bersangkutan, serta menimbulkan konflik dengan lingkungannya (Seifert & Hoffnung, 1987). Dalam hal ini, Sigmund Freud dan Erik Erikson meyakini bahwa perkembangan di masa remaja penuh dengan konflik.

Menurut pandangan teoritis kedua, masa remaja bukanlah masa yang penuh dengan konflik seperti yang digambarkan oleh pandangan yang pertama. Banyak remaja yang mampu beradaptasi dengan baik terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya, serta mampu beradaptasi dengan baik terhadap perubahan kebutuhan dan harapan dari orang tua dan masyarakatnya. Bila dikaji, kedua pandangan tersebut ada benarnya, namun sangat sedikit remaja yang mengalami kondisi yang benar-benar ekstrim seperti kedua pandangan tersebut (selalu penuh konflik atau selalu dapat beradaptasi dengan baik). Kebanyakan remaja mengalami kedua situasi tersebut (penuh konflik atau dapat beradaptasi dengan mulus) secara bergantian (fluktuatif).

Menururt Hurlock (1964) Remaja awal (12/13 th – 17/18 th), remaja akhir (17/18 th – 21/22 th). WHO menyatakan walaupun definisi remaja utamanya didasarkan pada usia kesuburan (fertilitas) wanita, namun batasan itu juga berlaku pada remaja pria, dan WHO membagi kurun usia dalam dua bagian yaitu remaja awal 10 – 14 tahun dan remaja akhir 15 – 20 tahun.

PSIKIS REMAJA

Remaja Awal

· Ketidakstabilan keadaan perasaan dan emosi

Pada masa ini, remaja mengalami badai dan topan dalam kehidupan perasaan dan emosinya. Keadaan semacam ini sering disebut strom and stress. Remaja sesekali sangat bergairah dalam bekerja tiba-tiba berganti lesu, kegembiraan yang meledak bertukar rasa sedih yang sangat, rasa percaya diri berganti rasa ragu-ragu yang berlebihan, termasuk ketidaktentuan dalam menentukan cita-cita dan menentukan hal-hal yang lain.

· Status remaja awal yang membingungkan

Status mereka tidak hanya sulit ditentukan, tetapi juga membingungkan. Perlakuan orang tua terhadap mereka sering berganti-ganti. Orang tua ragu memberikan tanggungjawab dengan alasn mereka masih “kanak-kanak”. Tetapi saat mereka bertingkah kekanak-kanakan, mereka mendapat teguran sebagai “orang dewasa”. Karena itu, mereka bingung akan status mereka.

· Banyak masalah yang dihadapi remaja

Remaja awal sebagai individu yang banyak mengalami masalah dalam kehidupannya. Hal ini dikarenakan mereka lebih mengutamakan emosionalitas sehingga kurang mampu menerima pendapat orang lain yang bertentangan dengan pendapatnya. Faktor ini disebabkan karena mereka menganggap bahwa dirinya lebih mampu daripada orang tua.

Remaja Akhir

Pada masa ini terjadi proses penyempurnaan pertumbuhan fisik dan perkembagngan psikis.

· Stabilitas mulai timbul dan meningkat

Stabilitas mulai timbul dan meningkat dalam aspek psikis. Demikian pula stabil dalam minat-minatnya; pemilihan sekolah, jabatan, pakaian, pergaulan dengan sesame ataupun lain jenis. Mereka mulai menunjukkan kemantapan serta tidak mudah berubah pendirian.

Proses menjadi stabil ini akan lebih cepat apabila orang tua berperan dengan lebih demokratis.

· Citra diri dan sikap pandang yang lebih realistis

Disini remaja mulai menilai dirinya sebagaimana adanya (apa adanya), menghargai miliknya, keluarganya dan orang lain seperti keadaan sesungguhnya.

· Menghadapi masalahnya secara lebih matang

Hal ini disebabkan oleh karena kemampuan piker remaja akhir yang telah lebih sempurna dan ditunjang oleh sikap pandangan yang lebih realistis.

· Perasaan menjadi lebih tenang

Mereka tidak lagi menampakkan gejala-gejala strom and stress sehingga muncullah suatu ketenangan dalam diri mereka.

Perubahan Fisik Selama Masa Remaja
Periode sebelum masa remaja ini disebut sebagai PERIODE PUBERTAS (ambang pintu masa remaja).

PUBERTAS jelas berbeda dengan masa REMAJA, walopun bertumpang tindih dengan masa remaja awal.

PERUBAHAN FISIK

CIRI-CIRI REMAJA AWAL(Teenagers)

- Terjadi pertumbuhan fisik yang pesat

- Dalam jangka 3-4 tahun anak bertumbuh hingga tingginya hampir menyamai tinggi ortu.

- Pertumbuhan anggota badan dan otot-otot sering tidak seimbang. Akibatnya……

- Pada laki-laki mulai memperlihatkan penonjolan otot-otot pada dada, lengan, paha dan betis. Pada wanita mulai menunjukkan mekar tubuh yang membedakannya dengan tubuh kanak-kanak.

- Dalam hal kecepatan pertumbuhan, terutama nampak jelas dalam usia 12-14 tahun remaja putri bertumbuh demikian cepat meninggalkan pertumbuhan remaja pria.Akibatnya….

- Dalam masa pertumbuhan ini baik remaja pria maupun remaja wanita cenderung ke arah memanjang dibanding melebar.

- Kematangan kelenjar seks pada usia 11/12 th – 14/15 th.Biasanya pertumbuhan itu lebih cepat pada remaja putri dibanding remaja putra.

CIRI-CIRI REMAJA AKHIR

- Pertumbuhan fisik remaja relatif berkurang dengan kata lain tidak sepesat dalam masa remaja awal.Bagi remaja pria pada usia 20 th dan remaja wanita 18 th keadaan tinggi badan mengalami pertumbuhan yang lambat.

- Mengalami keadaan sempurna bagi beberapa aspek pertumbuhan dan menunjukkan kesiapan untuk memasuki masa dewasa awal. Seperti badan dan anggota badan menjadi berimbang, wajah yang simetris, bahu yang berimbang dengan pinggul.

Saat ini, remaja mengalami perubahan fisik (dalam tinggi dan berat badan) lebih awal dan cepat berakhir daripada orang tuanya. Kecenderungan ini disebut trend secular. Sebagai contoh, seratus tahun yang lalu, remaja USA dan Eropa Barat mulai menstruasi sekitar usia 15 – 17 tahun, sekarang sekitar 12 – 14 tahun. Di tahun 1880, laki-laki mencapai tinggi badan sepenuhnya pada usia 23 – 24 tahun dan perempuan pada usia 19 – 20 tahun, sekarang laki-laki mencapai tinggi maksimum pada usia 18 – 20 dan perempuan pada usia 13 – 14 tahun.

Trend secular terjadi sebagai akibat dari meningkatnya faktor kesehatan dan gizi, serta kondisi hidup yang lebih baik. Sebagai contoh, meningkatnya tingkat kecukupan gizi dan perawatan kesehatan, serta menurunnya angka kesakitan (morbiditas) di usia bayi dan kanak-kanak.

Pubertas

Pubertas adalah periode pada masa remaja awal yang dicirikan dengan perkembangan kematangan fisik dan seksual sepenuhnya (Seifert & Hoffnung, 1987). Pubertas ditandai dengan terjadinya perubahan pada ciri-ciri seks primer dan sekunder.

Ciri-ciri seks primer memungkinkan terjadinyanya reproduksi. Pada wanita, ciri-ciri ini meliputi perubahan pada vagina, uterus, tube fallopi, dan ovari. Perubahan ini ditandai dengan munculnya menstruasi pertama. Pada pria, ciri-ciri ini meliputi perubahan pada penis, scrotum, testes, prostate gland, dan seminal vesicles. Perubahan ini menyebabkan produksi sperma yang cukup sehingga mampu untuk bereproduksi, dan perubahan ini ditandai dengan keluarnya sperma untuk pertama kali (biasanya melalui wet dream).

Ciri-ciri seks sekunder meliputi perubahan pada buah dada, pertumbuhan bulu-bulu pada bagian tertentu tubuh, serta makin dalamnya suara. Perubahan ini erat kaitannya dengan perubahan hormonal. Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin, kemudian dilepaskan melalui aliran darah menuju berbagai organ tubuh.

Kelenjar seks wanita (ovaries) dan pria (testes) mengandung sedikit hormon. Hormon ini berperan penting dalam pematangan seksual. Kelenjar pituitary (yang berada di dalam otak) merangsang testes dan ovaries untuk memproduksi hormon yang dibutuhkan. Proses ini diatur oleh hypothalamus yang berada di atas batang otak.

Dampak Pertumbuhan Fisik terhadap Kondisi Psikologis Remaja

Pertumbuhan fisik yang sangat pesat pada masa remaja awal ternyata berdampak pada kondisi psikologis remaja, baik putri maupun putra. Canggung, malu, kecewa, dll. adalah perasaan yang umumnya muncul pada saat itu.

Hampir semua remaja memperhatikan perubahan pada tubuh serta penampilannya. Perubahan fisik dan perhatian remaja berpengaruh pada citra jasmani (body image) dan kepercayaan dirinya (self-esteem).

Ada tiga jenis bangun tubuh yang menggambarkan tentang citra jasmani, yaitu endomorfik, mesomorfik dan ektomorfik. Endomorfik banyak lemak sedikit otot (padded). Ektomorfik sedikit lemak sedikit otot (slender). Mesomorfik sedikit lemak banyak otot (muscular).

PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Masa Remaja adalah yang sangat menentukan,karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan psikis dan fisiknya dimana pada masa seperti ini sering terjadi ketidakstabilan baik itu emosi maupun kejiwaan.
2. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini kami membahas mengenai perkembangan remaja dalam kehidupan keseharian.
3. Sasaran
Adapun sasaran yang ingin dicapai adalah agar kita dapat mengetahui perkembangan remaja.

BAB II PEMBAHASAN
PERKEMBANGAN MASA REMAJA
Anak-anak yang berusia 12 atau 13 tahun sampai dengan 19 tahun sedang berada dalam pertumbuhan yang mengalami masa remaja. Masa remaja adalah masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya. Adapula ahli psikologi yang menganggap masa remaja sebagai peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, yaitu saat-saat ketika anak tidak mau diperlakukan sebagai anak-anak, tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya ia belum dapat dikatakan orang dewasa. Saat anak mengalami masa remaja tidak sama waktunya ditiap-tiap Negara waktunya berbeda-beda menurut norma kedewasaan yang berlaku setempat, misalnya di daerah pedesaan yang agraris, anak usia 12 tahun sudah ikut melakukan perkejaan yang seharusnya dilakukan orang dewasa seperti mengelola sawah dan ladang orang tuanya. Dalam keadaan seperti ini berarti anak yang belum dewasa itu sudah dituntut orang tuanya untuk bertanggung jawab.dengan demikian masa remaja akan lebih cepat berakhir didaerah pedesaan.

Ciri-ciri remaja
Ada beberapa ciri-ciri yang harus diketahui, diantaranya:
1. Pertumbuhan fisik
Pertumbuhan fisik mengalami perubahan dengan cepat, lebih cepat dibandingkan dengan masa anak-anak dan dewasa. Untuk mengimbangi pertumbuhan yang cepat itu, remaja makan dan tidur yang lebih banyak. Perkembangan fisik mereka jelasterlihat pada tungkai dan tangan, tulang kaki dan tangan, otot-otot tubuh berkembang pesat, sehingga anak kelihatan bertubuh tinggi, tetapi kepalanya masih mirip dengan anak-anak.
2. Perkembangan seksual
Tanda-tanda perkembangan seksual pada anak laki-laki diantaranya: alat reproduksi sperma mulai berproduksi, mengalami mimpi yang pertama, yang tanpa sadar mengeluarkan sperma. Sedangkan pada anak perempuan bila rahimnya sudah bisa dibuahi karena ia sudah mendapat menstruasi (dating bulan) yang pertama. Ciri-cir lainnya yang ada pada anak laki-laki ialah pada leher menonjol buah jakun yang mebuat nada suaranya menjadi pecah. Sedangkan pada anak perempuan,karena produksi hormon dalam tubuhnya, di wajahnya bertumbuhan jerawat. Terjadinya penimbunan lemak yang membuat buah dada membesar, pinggulnya mulai lebar,dan pahanya membesar.

3. Cara berpikir kausalitas
Cara berpikir kausalitas yaitu,menyangkut hubungan sebab dan akibat. Misalnya remaja duduk didepan pintu, kemudian orang tuanya melarang sambil berkata “pantang”. Remaja sudah mulai berpikir kritis sehingga ia akan melawan bila orang tua, guru, lingkungan masih menganggap sebagai anak kecil.
4. Emosi yang meluap-luap
Keadaan emosi remaja masih labil karena erat hubungannya dengan kadaan hormon. Suatu saat bisa sedih, dilain waktu ia bisa marah sekali.
5. Mulai tertarik pada lawan jenis
Secara biologis manusia terbagi atas dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Dalam kehidupan sosial remaja, mereka mulai tertarik pada lawan jenisnya dan mulai berpacaran. Secara biologis anak perempuan lebih cepat matang dari pada anak laki-laki.
6. Menarik perhatian lingkungan
Pada masa ini remaja mulai mencari perhatian dari lingkungannya, berusaha mendapatkan status dn peranan separti kegiatan remaja dikampung-kampung yang diberi peranan.
7. Terikat dengan kelompok
Remaja dalam kehidupan social sangat tertarik dengan kelompok sebayanya sehingga tidak jarang orang tua di nomor duakan sedangkan kelompoknya dinomorsatukan.


Masa perkembangan
Bila di tinjau dari segi perkembangan boiologis, yang dimaksud remaja adalah mereka yang berusia 12 sampai dengan 21 tahun. Usia 12 tahun merupakan awal pubertas bagi seorang gadis, yang disebut remaja kalau mendapat menstruasi (datang bulan) yang pertama. Sedangkan usia 13 tahun merupakan awal pubertas bagi pemuda ketika mengalami masa mimpi yang pertama yang tanpa disadari mengeluarkan sperma. Biasanya pada gadis perkembangan biologisnya lebih cepat satu tahun dibandingkan dengan perkembangan biologis pemuda karena gadis lebih dahulu mengawali remaja yang akan berakhir pada usia sekitar 19 tahun, sedangkan pemuda baru mengakhiri masa remajanya pada sekitar usia 21 tahun. Ditinjau secara teoritis, masa remaja terdiri dari remaja puber dan remaja adolesen.


1. Masa pubertas
Masa pubertas disebut masa bangkitnya kepribadian ketika minatnya lebih ditujukan kepada perkembangan pribadi sendiri. Ada beberapa sifat yang menonjol pada masa ini, yang tidak sama kuatnya pada semua remaja, diantaranya yaitu
a. Pendapat lama ditinggalkan
b. Keseimbangan jiwanya terganggu
c. Suka menyembunyikan isi hati
d. Masa bangunnya perasaan kemasyarakat.
e. Perbedaan sikap pemuda dan sikap gadis
2. Masa adolesen
Masa adolesen berada dengalami antara usia 17dan 20 tahun. Atau mengambil betas-batas permulaan pada saat remaja mengalami perkembangan jasmani yang sangat menonjol, sedanngkan batas-batas akhir pada saat berakhirnya perkembangan jasmani. Beberapa diantaranya sifat-sifat adolesen yaitu:
a. Mulai tampak garis-garis perkembangan yang dikutinya di kemudian hari
b. Mulai jelas sikapnya terhadap nilai-nilai hidup
c. Jika masa pubertas menngalami keguncangan, dalam masa ini jiwanya mulai tampak tenang
d. Sekarang ia mulai menyadari bahwa mengecam itu memang mudah tapi sulit melaksanakannya
e. Ia menunjukan perhatiannya kepada masalah kehidupan sebenarnya


I. REMAJA SEBUAH TRANSISI KEPRIBADIAN
Masa remaja adalah masa transisi, dimana pada masa-masa seperti ini sering terjadi ketikstabilan baik itu emosi maupun kejiwaan. Pada masa transisi ini juga remaja sedangn mencari jati diri sebagai seorang remaja. Namun setidaknya kita dapat melihat standarisasi seseorang di katakana remaja, diantaranya ditandai dengan perkembangan, aik fisik, psikologis, dan sosial. Perkembangan secara fisik ditandai dengan makin matangnya organ-organ tubuh termasuk organ reproduksi. Secara social perkembangan ini ditandai dengan semakin berkurangnya ketergantungan dengan orang tuanya, sehingga remaja biasannya akan semakin mengenal komunitas luar dengan jalan interaksi sosial yang dilakukannya disekolah, pergaulan dengan sebayanya maupun masyarakat luas. Pada masa ini pula ketertarikan dengan lawan jenis juga mulai muncul dan berkembang. Rasa ketertarikan pada remaja lalu dumunculkan dalam bentuk misalnya berpacaran diantara mereka. Berpacaran berarrti upaya untuk mencari seorang teman dekat dan didalamnya terdapat hubungan komunikasi terhadap pasangan, membangun kedekatan emosi, dan proses pendewasaan kepribadian. Disilah muncul problematika yang dihadapi remaja, diantarannya soal jati diri remaja itu sendiri. Proses pencarian inilah yang sering dimanfaatkan oleh kapitalisme dengan menyajikan tontonan dan budaya yang bukan membantu remaja dalam upaya menemukan jati diri remaja akan tetapi justru malah sebaliknya .mereka para kaum kapitalis malah menjerumuskan remaja kedalam hal negatif karena orientasi mereka adalah keuntungan.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan baik itu para orang tua , pemerintah dan lembaga yang peduli akan nasib remaja kita.
Pertama, hendaknya kita selalu senantiasa melindungi mereka dengan cara memberikan perhatian yang tulus dan ikhlas tanpa harus bersikap keras dan kasar.diharapkan dari perlindungan seperti ini mereka akn merasatidak sendiri akan tetapi justru mereka akan merasa ada tempat curhat mereka yaitu diri kita (orang tua dan segenap keluarga).
Kedua, berikan pembekalan spiritual untuk mereka melalui kegiatan-kegiatan keagamaan yang metode dan polanya tidak membosankan, karena ternyata remaja lebih suka sesuatu yang sifatnya bersenang-senang. Seoranng remaja dengan kepribadian matang yang didasari dengan keimanan, akan dapat bertahan hidup dalam lingkungan pergaulan dimanapun dia ada. Bukan hanya itu, dengan kepribadian matang yang didasari iman, seorangn remaja juga akan exsist bahkan dapat membawa sebuah perubahan dilingkungan mereka bergaul.
Pendapat para ahli tentang kaum remaja berikut ini “ remaja masih belum mampu menguasai fungsi-fungsi fisik maupun psikisnya. Ditinjau dari segi tersebut mereka masih tergolong anak-anak. Mereka masih harus menemukan tempat dalam masyarakat. Pada umumnya mereka masih belajar di sekolah atau diperguruan tinggi. Bila mereka bekerja , mereka melakukan pekerjaan sambilan dan belum mempunyai pekerjaan yang tetap”.( FJ. Monks, AMP Knoers, siti rahayu haditono, psikologi perkembangan).” Remaja adalah periode transisi antara masa anak-anak dan masa dewasa. Masa remaja adalah masa-masa timbulnya kesulitan dan perselisihan antara anak dengan orang tuanya atau siapapun yang mencerrminkan kekuasaan. Hal ini karena secara fisiologis, si anak sering mengalami sesuatu yang baru dan meresahkannya. Hal itu akibat dimulainya aktivitas hormonal di usia puber danm factor-faktor sosial serta psikologis yaitu kebuituhan untuk mandiri secara emosional dalam praktek sehari-hari. Kesimpulannya masa remaja adalah masa transisi ( masa peralihan ) yang sangat penting dan sangat menentukan perkembangnan kepribadian mereka pada masa-masa berikutnnya.

II. REMAJA DALAM SUDUT PANDANG ISLAM
Gambaran remaja tentang tuhan dengan sifat-sifatnya merupakan bagian dari gambarannya terrhadap alam dan lingkungannya seta dipengaruhi oleh perasaan dan sifat dari remaja itu sendiri. Keyakinan agama pada remaja merupakan interaksi antara ia dengan lingkungannya misalnya kepercayaan remaja akan kekuasaan tuhan menyebabkannya pelimpahan tanggung jawab atas segala persoalan kepada tuhan, termasuk persoalan masyarakat yang tidak menyenangkan, seperti kekacauan, ketidakadilan, penderitaan, kezaliman dan sebagainya yang menyebabkan mereka kecewa kepada tuhan bahkan kekecewaan tersebut dapat menyebabkan memungkiri kekuasaan tuhan sama sekali. Perasaan remaja kepada tuhan bukanlah tetap dan stabil, tetapi adalah perasaan yang tergantung pada perubahan-perubahan emosi yang sangat cepat, terutama pada masa remaja pertama. Kebutuhan akan Allah misalnya kadang-kadang tidak terasa jika jiwa mereka dalam keadaan gelisah, karena menghadapi musibah atau bahaya yang mengancam ketika ia takut gagal atau merasa berdosa.
Arti remaja dalam sudut pandang islam ialah pribadi-pribadi yang gelisah. Posisi organisasi remaja seharusnya mampu menjadi pelarian ( dalam artian positif ) bagi kegelisahan mereka. Organisasi remaja tersebut misalnya ikatan pelajar nahdatul ulama (IPNU), ikatan remaja muhammadiyah ( IRM ), pelajar islam Indonesia, remaja masjid dan sebagainmya yang seharusnya mampu melakukan orientasi program dan kegiatan yang mempunyai sense kuat terhadap kebutuhan remaja. Kalau ini terpenuhi, maka remaja-remaja akan merasa memiliki teman yang mengasikan.
Rasullullah SAW bersabda: “ tidak akkn lewat tapak kaki seorang hamba pada hari kiamat, kecuali setelah ditanya empat perkara yakni tentang jatah umurnya yang ia habiskan didunia, masa mudanya yang telah ia lewatkan, hartanya dar imana didapatkan dan bagaimana dikeluarkan, tentang ilmunya sejauh mana ia amalkan“. ( HR.al bazzar dan at thabrani ).
Rasullullah dalam setiap harokatnya selalu menjadikan remaja sebagai bagian dari pengkaderan bahkan memberikan peran yang sangat penting dan vital.

















BAB III. PENUTUP

KESIMPULAN
Anak-anak yang berusia 12 atau 13 tahun sampai dengan 19 tahun sedang berada dalam pertumbuhan yang mengalami masa remaja. Masa remaja adalah masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya.
Ciri-ciri remaja
Ada beberapa ciri-ciri yang harus diketahui, diantaranya:
1. Pertumbuhan fisik
2. Perkembangan seksual
3. Cara berpikir kausalitas
4. Emosi yang meluap-luap
5. Mulai tertarik kepada lawan jenis

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More