<a href="http://www.clock4blog.eu">clock for blog</a><a href="http://www.clock4blog.eu">calendar widget for blog</a>

ShoutMix chat widget

Senin, 02 April 2012

Job sheet las


 

A. Kompetensi

Siswa mampu mengelas dengan mesin las las listrik pada berbagai posisi dan bentuk las yang merupakan dasar untuk pekerjaan struktur dan nonstruktur teknik sipil.


 

B. Standar kompetensi

Setelah melakukan kegiatan praktik diharapkan siwa memiliki keterampilan:

1. Menyeting peralatan las sampai siap untuk melakukan pengelasan sesuai dengan standar

2. Menyetel besar arus sesuai dengan ukuran elektroda dan posisi pengelasan.

3. Menghidupkan las listrik dengan cara yang benar.

4. Mengakiri pengelasan dengan benar.

5. Membuat alur las dengan posisi flat.

C. Alat dan Bahan

1. Alat

(1) kabel las, (2) pemegang elektroda, (3) palu las, (4) sikat kawat, (5) klem masa, (6) penjepit, (7) helm las, (8) sarung tangan, (9) baju las atau apron, (10) sepatu las, (11) kamar las, Mesin las AC, tang, dan (12) meja las.

2. Bahan

(1) Pelat ukuran 4mm x 60mm x 100 mm

(2) Elektrode D = 2,6 mm

D. Keselamatan Kerja

1. Pakailah pakain kerja praktik yang telah ditentukan.

2. Pakailah alat pelindung badan, tangan, wajah dan mata serta sepatu karet.

3. Hindari memegang benda kerja dengantangan telanjang.

4. Bekerjalah dengan penuh konsentrasi, jangan bersendagurau.

5. Jangan coba-coba diluar prosedur pengelasan yang benar.

6. Pada waktu nyala las, mata harus dilindungi dengan kacamata las listrik


 


 


 


 

E. Langkah Kerja

1. Siapkan bahan yang dperlukan.

2. Seting peralatan las sehingga pengelasan dapat dioperasikan.

3. Stel arus listrik sesuai dengan elektroda yang digunakan.

4. Letakan benda kerja pada meja kerja dengan posisi yang kokoh

5. Ambil sebuah elektroda dan jepitlah dengan benar pada pemegang elektroda.

6. Hidupkan mesin las dengan memutar tombol "on" pada mesin las (putar kekanan).

7. Pegang pemegang elektroda yang sudah ada elektrodanya.

8. Sentuhkan elektroda pada ujung kiri benda kerja seperti menyalakan korek api, dan jaga jarak antara elektroda dengan benda kerja sedemikian sehingga busur listrik tetap hidup dan bersuara seperti orang menggoreng krupuk.

9. Ulangi langkah 8 sehingga anda familier menghidupkan busur las listrik.

10. Gantilah benda kerja lain yang masih bersih dan mulailah dengan membuat alur rigi-rigi las listrik posisi flat (pemegang elektoda berada di atas benda kerja).

11. Mulailah dari ujung kiri benda kerja untuk membuat rigi-rigi las.

12. Gerakan elektroda las dapat lurus atau bentuk spiral.

13. pada waktu akhir pengelasan posisi elektroda didekatkan lagi dan dengan cepat ditarik ke atas sehingga nyala busur mati.

14. Hilangkan terak las dengan menggunakan palu terak.

F. Lampiran

1. Gambar Kerja


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

2. Lembar Evaluasi

JOB 01.
LATIHAN LAS LISTRIK (MEMBUAT RIGI-RIGI LAS)

No

urut 

No siswa

Nama Siswa

Skor Maksimum pada Aspek: 

Total Skor 

1 

2 

3 

4 

5 

6 

7 

8 

10 

10 

10 

10 

10 

20 

20 

10 

1 

           

           

           

           

dst 

           

Keterangan Aspek:

1. Seting peralatan 5. Alur las lurus

2. Penyetelan arus listrik 6. Alur las lebarnya tetap

3. Menghidupkan busur las 7. Alur las padat

4. Akhir las-lasan 8. Alur las halus


 

3. Suplemen Teori

(a) Las (Welding)

    Banyak sekali macamnya las. Menurut Okumura dalam terjemahan Harsono (1981), pengelasan dibedakan menjadi tiga yaitu (1) las cair, (2) las tekan, (3) pematrian. Las cair dibedakan lagi menjadi (a) las busur,(b) las gas, (c) las listrik terak, (d) las listrik gas, (e) las termit, (f) las sinar elektron, (g) las busur plasma. Sedang las tekan dibedakan menjadi (a) las resistensi listrik, (b) las tekan gas,(c) las tempa, (d) las gesek, (e) las ledakan, (f) las induksi, (g) las ultrasonik. Sementara pematrian dibedakan menjadi (a) pembrasingan dan (b) penyolderan.

    Proses las busur (2) Submerged Arc Welding (SAW) disebut juga las busur terbenam, (3) Gas Metal Arc Welding (GMAW) disebut juga las busur logam gas, (4)

ada bermacam-macam pula, menurut Salmon dalam terjemahan Prihminto W (1990) empat macam yaitu (1) Shieided Metal Arc Welding (SMAW) disebut juga las busur logam terlindung,

Flux Cored Arc Welding (FCAW) disebut juga las busur berinti flux. Dalam uraian berikut ini dijelaskan Las SMAW (Shieided Metal Arc Welding) saja karena las ini yang sering digunakan. Sedang proses pengelasan lainnya silahkan membaca sendiri pada buku struktur baja oleh Salmon dkk.

(b) Las SMAW (Shielded Metal Arc Welding)

    Las SMAW merupakan tipe las yang tertua, paling sederhana, dan mungkin yang paling luwes. Las ini sering disebut sebagai proses elektroda batang manual. Diagram las SMAW terlihat pada gambar 1. Ada dua sumber tegangan yaitu AC dan DC. Sumber tegangan DC ada dua tipe rangkaian yaitu DCRP (Direct Current Reverse Polarity) dan DCSP (Direct Current Straght Polarity). Pada tipe DCRP, elektrode dihubungkan dengan kutub positif dan benda kerja dihubungkan dengan kutub negatif. Sedang pada tipe DCSP, elektrode dihubungkan dengan kutub negatif dan benda kerjanya dengan kutub positif. Panas yang dihasilkan tipe DCSP kira-kira 50% lebih cepat daripada tipe DCRP. Hal ini mengakibatkan kedalaman penetrasi benda kerja yang mencair pada tipe DCSP

lebih dalam daripada tipe DCRP. Sedang sumber tenaga AC memberi penetrasi pencairan benda kerja berada pada rerata tipe DCSP dan DCRP.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Posisi pengelasan

  1. Datar ( down hand )
  2. Vertikal
  3. Horizontal
  4. Overhead

(c) Peralatan Las Listrik

Alat yang diperlukan antara lain adalah: (1) kabel las, (2) pemegang elektroda, (3) palu las, (4) sikat kawat, (5) klem masa, (6) penjepit, (7) helm las, (8) sarung tangan, (9) baju las atau apron, (10) sepatu las, (11) kamar las, dan (12) meja las.

1. Kabel las

Kabel las biasanya dibuat dari tembaga yang dipilin dan dibungkus dengan karet isolasi. Ada tiga kabel las yaitu kabel elektroda, kabel masa, dan kabel tenaga.

2. Pemegang Elektroda

Alat ini digunakan untuk memegang elektroda las pada ujung yang tidak terbungkus. Peganganya dibungkus dengan bahan penyekat. Pada waktu tidak digunakan mengelas pemegang ini sebaiknya digantungkan pada gantungan dari bahan fiber atau kayu.

3. Palu las

Fungsi palu ini untuk menghilangkan terak yang membungkus rigi-rigi las. Pegangan palu las dibuat dari per baja agar dapat meredam pukulan palu las dengan terak.

4. Sikat kawat

Alat ini digunakan untuk membersihkan benda kerja yang akan dilas dan membersihkan terak las yang sudah lepas dari jalur las oleh pukulan palu las.

5. Klem masa

Klem masa dihubungkan dengan kabel masa dan dijepitkan pada benda kerja secara kuat. Klem masa biasanyan dibuat dari bahan yang mudah menghantarkan listrik, seperti tembaga. Permukaan benda kerja yang akan diklem harus bersih dari segala kotoran.

6. Penjepit

Alat ini digunakan untuk memegang benda kerja yang akan dipindahkan ke tempat lain.


 


 


 

7. Helm las

Alat ini berfungsi untuk melindungi kulit muka dan mata dari radiasi sinar infra merah dan ultraviolet. Sinar las tidak boleh dilihat secara langsung pada jarak kurang dari 15 m. Kaca pada helm las terdapat berbagai ukuran. Untuk arus listrik dari 75 sampai 200 Ampere digunakan kaca no 10.

8. Sarung tangan

Sarung tangan las terbuat dari bahan kulit atau asbes lunak agar memudahkan untuk memegang pemegang elekroda. Pada waktu mengelas harus memakai sepasang sarung tangan.

9. Baju las atau Apron

Bahan baju las yang digunakan sama dengan sarung tangan. Baju las yang lengkap dapat melindungi badan dan sebagian kaki. Pada posisi pengelasan diatas kepala, baju las harus digunakan, sedang pada posisi lainnya dapat digunakan apron.

10. Sepatu las

Sepatu las digunakan untuk melindungi kaki dari percikan api las. Bila tidak ada sepatu las, sepatu biasa yang tertutup seluruhnya dapat diigunakan juga.


 

11. Kamar las

Kamar las terdiri dari dinding penyekat yang tahan panas. Fungsi kamar las untuk melindungi pekerja disekitarnya agar tidak terkena sinar las dan percikan api las. Kamar las sebaiknya cukup ventilasi sehingga gas dari proses pengelasan dapat keluar dengan baik.

12. Meja las

Meja las terbuat dari besi dan bebas dari bahan-bahan yang mudah terbakar.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

4. Pelaksanaan Praktikum.


 

No


 

Kompetensi


 

Standar Kompetensi


 

Alokasi waktu


 

Keterangan

1

Siswa mampu mengelas dengan mesin las listrik pada berbagai posisi dan bentuk las.

1.menyeting peralatan las.


 

1 x 15 menit

 

2.menyetel besar arus sesuai dengan ukuran elektroda dan bahan yang digunakan.


 


 

1 x 15 menit

 

3.menghidupkan las listrik dengan cara yang benar.


 

1 x 15 menit

 

4.mengakhiri pengelasan dengan benar.


 

1 x 15 menit

 

5.membuat alur las dengan posisi datar

( down hand )


 

1 x 15 menit

 
   
   

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More